PT Pindad Dapat Lisensi Memproduksi Roket MLRS Astros II dari Brazil

PT Pindad akan mendapat alih teknologi dalam hal produksi roket dari Perusahaa Avibras Brazil. Alih teknologi ini adalah bagian dari kontrak pembelian peluncur roket multi laras (MLRS) Astros II yang telah diterima oleh TNI AD.

TNI AD sendiri mulai menerima Astros II pada Agustus 2014. Total ada 36 unit yang ditugaskan di Yonarmed 1/Malang, Jawa Timur dan Yonarmed 10/Bogor, Jawa Barat.

Untuk mensuplai kebutuhan amunisi roketnya, mulai tahun 2019 ini Pindad akan melakukan perakitan roket darat ke darat jarak menengah tersebut. Tak hanya itu, bahkan ke depannya Pindad berencana untuk membuat kendaraan pengangkut roket (transporter) secara mandiri.

Untuk jenis roketnya sendiri, sistem Astros II dapat meluncurkan beragam kaliber. Pertama adalah jenis roket SS-30 kaliber 127 mm sebanyak 32 unit, lalu SS-40 kaliber 180 mm sebanyak 16 unit roket.

Untuk roket berkaliber besar yakni 300 mm tersedia SS-60, SS-80, dan SS-150. Seluruhnya hanya untuk empat tabung saja. Jangkauan tembak roket bervariasi mulai dari jarak 85 km hingga 300 km.


Disebutkan bahwa kebutuhan TNI akan roket untuk sistem Astros II ini cukup besar. Yaitu hingga kisaran angka 3.000 unit, baik roket untuk pertahanan maupun untuk latihan.


Dengan dibuatnya roket ini di Indonesia, Pindad akan mendapatkan transfer teknologi untuk pembuatan persenjataan strategis ini. Sebuah ilmu pengetahuan yang berharga tentunya.

Baca Juga:  14 Kru Pesawat Militer Amerika Yang Mogok di Aceh Dijemput

Sumber: angkasareview.com/liputan6.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan