Pulangkan Pilot Yang Ditawan, Pakistan Permalukan India

Di tangah aksi propaganda India soal penggunaan pesawat F-16 oleh Pakistan di area Line of Control yang dilarang oleh Amerika Serikat.

Pakistan membungkam India dengan memulangkan Pilot MiG-21 AU India yang ditawan setelah kalah dalam dogfight melawan pesawat JF-17 Thunder AU Pakistan.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (1/3). Pilot Abhinandan Varthaman diantar oleh militer Pakistan di pos perbatasan Wagah, Lahore. Sejumlah awak media berkumpul di perbatasan sisi Pakistan dan India.


Di sisi wilayah India terlihat sejumlah warga sipil berkerumun membawa bendera dan rangkaian bunga siap menyambut Abhinandan.

Keputusan ini diambil oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara yang sama-sama punya rudal nuklir lebih dari 100 biji.

Ketegangan di wilayah Kashmir bermula setelah bom bunuh diri menerjang konvoi militer India di wilayah itu pada 14 Februari lalu dan menewaskan 40 personel di dalamnya. India menuding Pakistan menyembunyikan dalang serangan itu, yakni kelompok Jaish-e-Muhammad.

Sebagai balasan, India melancarkan serangan udara ke kota Balakot, Pakistan yang dituding sebagai markas Jaish-e-Muhammad.

Dalam siaran persnya, AU India mengaku menggunakan 12 jet tempur MiG-21 Bison dengan didukung 1 pesawat radar AEW E145 dan 1 pesawat tangker. Misi tersebut diklaim berhasil menghancurkan 3 lokasi sasaran. Namun Pakistan membantah dengan bukti bahwa pesawat India tidak menembakkan rudal namun hanya menjatuhkan tangki bahan bakar (drop tank) saja lalu kabur.

Baca Juga:  Dua Pilot Apache AD Amerika Jadi Pasangan Gay Yang Resmi Menikah

Keesokan harinya AU Pakistan mengirim pesawat JF-17 Thunder ke wilayah Kashmir dan melakukan pengeboman, India mengklaim bahwa Pakistan telah menyerang sarana militer mereka di kawasan LoC yang dilarang dalam perjanjian Simla 1972.

Masih di hari yang sama, JF-17 Thunder Pakistan terlibat Dogfight dengan MiG-21 India. 2 pesawat MiG-21 tertembak jatuh dan 1 pilotnya ditangkap oleh Pakistan.

Tidak mau kalah, India kemudian menggelar konferensi pers dengan mengklaim bahwa mereka juga telah menembak jatuh 1 pesawat F-16 AU Pakistan, sayangnya klaim ini tidak disertai bukti otentik.

India juga memamerkan penggunaan rudal AIM120 AMRAAM oleh Pakistan dalam serangan di kawasan LoC, dengan harapan, AS menjatuhkan embargo untuk Pakistan karena melanggar perjanjian Simla 1972.

Dua klaim India tersebut malah menjadi bahan tertawaan di berbagai forum militer. Karena tidak ada bukti otentik dan debrish rudal AMRAAM yg dipamerkan, nomer kontraknya ternyata milik Taiwan.


Terakhir, Pakistan mengembalikan pilot MiG-21 yang ditawan ke India untuk meredakan ketegangan. Namun faktanya, Pakistan tetap menyiagakan rudal-rudal nuklirnya yang lebih banyak jumlahnya dari India.

Sumber: bbc.com/cnnindonesia.com/reuters

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan