Pusat Operasi Udara Qatar Dikendalikan Dari Amerika

Pada tanggal 28 September 2019, Angkatan Udara Amerika Serikat/USAF mematikan pusat operasi udara di wilayah Syria hingga Afghanistan dan memindahkan manajemen aktivitas tersebut ke pangkalan udara di CONUS, sebagai bagian dari sebuah latihan yang penting. Ini adalah pertama kalinya dalam waktu satu dekade lebih, dimana CAOC (Combined Air Operations Center) di Qatar tidak digunakan untuk mengendalikan operasi regional. CAOC yang terletak di Al Udeid Air base dan dikenal sebagai 609th Air Operations Center tersebut dimatikan dalam unannounced operation selama 24 jam.

Personnel USAF di Shaw Air Force Base (South Carolina) kemudian mengambil alih dan memegang kontrol semua operasi USAF di kawasan tersebut, beserta aktivitas udara koalisi di negara-negara seperti Syria, Irak dan Afghanistan. Shaw AFB digunakan karena pangkalan udara tersebut adalah tempat dari U.S. Air Forces Central Command (AFCENT), top command USAF dalam kawasan yang dipegang CAOC di Al Udeid.

Meskipun ada hubungan langsung secara organisasi antara 609th AOC dan AFCENT, bukan berarti personnel di Shaw mempunyai kapasitas maupun kapabilitas untuk mengambil alih manajemen ratusan pesawat di segala misi dalam wilayah Timur Tengah, tanpa notifikasi apapun saat terjadi krisis.

Latihan ini adalah puncak dari beberapa usaha yang telah dilakukan USAF agar hand-over dapat berjalan semulus mungkin. Salah satu yang dilakukan adalah re-aktivasi 609th Air Support Squadron di Shaw pada tanggal 18 September 2019. Peran unit yang aktif antara 1994 hingga 2008 ini adalah membantu component planning, eksekusi, combat support dan combat service support USAF. Setelah 2008, detasemen kecil yang ditugaskan ke 609th AOC namun ditempatkan di AFCENT menyediakan dukungan terbatas untuk operasi-operasi yang dijalankan.

Baca Juga:  Turki Pamerkan Rudal Artileri Tiger TRG-300

“Kami benar-benar menyebar [di seluruh dunia],” ucap Colonel Frederick Coleman III, kepala 609th AOC saat upacara re-aktivasi. “Semua orang-orang ini menggunakan teknologi yang disediakan, dirawat, dan dilindungi oleh squadron komunikasi kami sendiri di Shaw dan Al Udeid untuk merencanakan, memberikan tugas, mengkomando dan mengontrol semua pesawat yang terbang, setiap bom yang dijatuhkan dan setiap pallet yang dipindahkan dari Mesir hingga Afghanistan.”

Latihan ini penting karena USAF khawatir akan apa yang bisa terjadi kepada CAOC di Al Udeid jika konflik pecah dengan Iran. Iran telah mengancam untuk membalas serangan US di wilayahnya dengan menyerang pangkalan US di Timur Tengah. Al Udeid berada dalam jarak jangkau beberapa jenis misil balistik maupun misil jelajah Iran. Serangan yang baru-baru ini dilakukan ke infrastruktur minyak di Saudi Arabia juga memperjelas kemampuan Iran untuk menyerang obyek vital dengan suicide drone.

Pusat komunikasi maupun komando dan kontrol adalah sasaran utama, dan bahkan hardened facilities pun juga rentan terhadap barrage misil serta serangan masal lainnya. Ada juga ancaman electronic warfare, cyberattack, dan operasi asimetris lainnya yang bisa menghambat aktivitas rutin di CAOC. Fungsi kekuatan udara yang dijalankan CAOC sangatlah penting dan kritis, sehingga tidak boleh ada single point failure. Maka tidak heran jika USAF berlatih dengan skenario dimana CAOC Al Udeid tidak dapat digunakan.

Baca Juga:  AVIC AG-600 Flying Boat, Pesawat Amfibi Raksasa China

Seusai pengambilalihan tugas selama 24 jam, CAOC di Qatar dapat melaksanakan operasi seperti biasa. Latihan ini lebih merupakan konsep operasi inisial dibanding bukti bahwa personnel di Shaw mampu mengambil alih dengan jangka waktu lama. USAF akan mengambil pelajaran dari latihan ini dan menggunakannya untuk meningkatkan proses, memperbaiki masalah, maupun mempersiapkan diri untuk melakukan tes prosedur yang lebih sulit di waktu yang akan datang.

Sumber:

-Hex/Lihgting II chan

https://www.thedrive.com/the-war-zone/30099/air-force-just-tested-its-big-backup-plan-if-its-air-ops-center-in-qatar-gets-attacked?fbclid=IwAR1Z3Q6veNtjSYWwdxWBYruSkiI6x3SA6O1ThLw15YiKBfxsoCbtt5SuzLA

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan