Putin: Senjata Baru Rusia Akan Dibuat Berdasarkan Pengalaman Perang di Suriah

Rusia tidak ingin melewatkan kesempatan dalam perang Suriah sebagai laboratorium praktek pengembangan senjata. Presiden Vladimir Putin telah meminta Industri militer Rusia untuk membuat senjata berdasarkan pengalaman di medan perang Suriah.

“Pengalaman yang diperoleh selama operasi tempur melawan teroris internasional di Suriah harus digunakan secara sistematis dalam pelatihan rutin para pasukan dan pusat komando. Para perancang dan insinyur dari kompleks industri pertahanan harus memperhitungkan pengalaman tersebut dalam mengembangkan senjata generasi baru,” kata Putin dalam pertemuan dengan pejabat militer dan kementrian pertahanan pada Rabu 16/11/2016.

Putin menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia harus berkembang sebagai bagian dari ‘pemenuhan kebutuhan yang masuk akal’ (reasonable sufficiency).


Prinsip reasonable sufficiency pertama kali dicetuskan oleh pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev. Pada awalnya, prinsip ini dimaksudkan untuk memelihara kekuatan militer secukupnya, sekadar mampu untuk melindungi Soviet terhadap ancaman-ancaman dari luar. 

Perkembangan Tentara Rusia

Pada pertemuan itu, sang presiden juga mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia harus berkembang tanpa mengorbankan tugas negara di bidang ekonomi dan sosial.

“Pengembangan angkatan bersenjata dan peralatannya secara ketat harus sesuai dengan prinsip ‘pemenuhan kebutuhan yang masuk akal’, sejalan dengan peluang ekonomi negara,” kata Putin.


“Semuanya harus bekerja sama secara alami dan melengkapi satu sama lain,” kata Putin menekankan. 

Presiden Rusia mengatakan bahwa pertemuan pada hari itu dikhususkan untuk menganalisis kunci utama pengembangan Angkatan Bersenjata Rusia serta mendefinisikan tugas konstruksi militer yang akan datang dan dalam jangka panjang. (TSM/tass.com)

Baca Juga:  Uni Emirat Arab Berencana Membeli Kapal Perang Buatan Indonesia
Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan