Putra Mahkota Arab Saudi Menangkapi Para Pangeran dan Menteri Karena Kasus Korupsi

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman. Foto: AFP

Hanya berselang beberapa jam setelah dibentuk, komisi anti korupsi yang dipimpin Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman langsung melakukan penahanan terhadap puluhan pangeran, menteri serta mantan menteri yang telah pensiun.

Mohammad bin Salman sendiri adalah generasi ketiga dari Dinasti Bani Saud yang naik ke ring 1 kekuasaan dengan menjadi putra Mahkota menggusur pamanya. Dalam wasiatnya, pendiri dinasti Saud, Abdul Aziz bin Saud, berpesan agar yang menjadi raja setelahnya adalah anak-anaknya, selama anak-anaknya masih hidup maka kekuasaan termasuk Putra Mahkota dilarang diambil oleh cucu-cucunya.

Namun pada Juni 2017, Raja Salman mencabut gelar Putra Mahkota yang dipegang oleh sepupunya Mohammed Bin Nayef, untuk digantikan oleh putranya sendiri Mohammed Bin Salman.

Peran Mohammad bin Salman makin besar di pemerintahan kerajaan, termasuk yang terbaru adalah penangkapan terhadap puluhan pangeran dengan alasan dituduh korupsi.

Sebelum ayahnya menjadi raja pada tahun 2015, tak banyak orang, di luar Arab Saudi, mengetahui tentang sosok Pangeran Mohammed bin Salman. Namun sejak itu, pria berusia 32 tahun tersebut menjadi figur yang paling berpengaruh di negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu.

Tahun lalu, sang pangeran mengumumkan serangkaian rencana perombakan sosial dan ekonomi.

Rencana paling baru yang dijanjikan Pangeran Mohammed adalah mengarahkan Arab Saudi kembali ke ‘Islam moderat’ sebagai kunci memodernisasi negara.

Baca Juga:  Pakai Radar AESA, Shenyang J-11D China Lebih Hebat Dari Sukhoi Su-35

Wartawan BBC masalah keamanan, Frank Gardner, melaporkan putra mahkota itu sangat populer, khususnya di kalangan muda Arab Saudi. Namun banyak generasi tua dan konservatif menganggapnya bergerak terlalu jauh dan terlalu cepat.

Berikut ini beberapa daftar nama-nama Pangeran yang tenar yang ditangkap

  • Pangeran Alwaleed bin Talal

Barangkali ia adalah sosok yang paling menonjol yang masuk dalam daftar penangkapan. Pangeran Alwaleed tercatat sebagai pengusaha yang mempunyai saham di berbagai perusahaan raksasa seperti Twitter dan Apple. Ia adalah salah seorang pengusaha terkaya di dunia. Forbes menaksir kekayaan bersih Pangeran Alwaleed mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp230 triliun.

Selain berinvestasi di Twitter dan Apple, ia juga mempunyai saham di bank Citygroup, jaringan hotel Four Seasons dan perusahaan media milik Rupert Murdoch, News Corporation. Di London, Pangeran Alwaleed adalah pemilik hotel mewah, Savoy.

  • Adel Fakieh, menteri ekonomi
  • Ibrahim al-Assaf, mantan menteri keuangan yang juga duduk sebagai anggota dewan perusahaan minyak, Saudi Aramco
  • Pangeran Turki bin Abdullah, mantan gubernur Riyadh
  • Khalid al-Tuwaijiri, mantan ketua pengadilan
  • Bakr bin Laden, bos perusahaan konstruksi Saudi Binladin, dan saudara laki-laki Osama bin Laden

Kementerian Penerangan, Minggu (05/11), mengumumkan bahwa seluruh aset milik puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi akan dibekukan dan akan dibuka kepada umum.

Baca Juga:  Pesawat Super Tucano Jadi Pilihan AU Amerika Serikat

“Rekening dan saldo milik mereka yang ditahan akan diumumkan dan dibekukan. Semua aset atau properti yang ada hubungannya dengan kasus-kasus korupsi ini akan dimasukkan sebagai kekayaan negara,” kata Kementerian Penerangan Arab Saudi.

diolah dari sumber: bbc news

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan