Radar Leonardo Italia Akan Dipasang Di Malang

Satuan Radar TNI Angkatan Udara (AU) 221 Ngliyep Kabupaten Malang akan mendapat radar baru buatan Leonardo Italia. Radar ini diharapkan memperkuat kinerja pertahanan udara di pesisir Laut Selatan Jatim.

Radar Leonardo ini punya radius jangkauan deteksi mencapai 360KM atau 200 Nautical Mile (NM). Sehingga, apabila ada pesawat terbang asing yang mengudara tanpa izin dan memasuki wilayah teritorial Indonesia bagian Selatan, maka akan cepat terdeteksi.

Sedang anggaran untuk mendatangkan Leonardo, berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Jumlah yang digelontorkan untuk memperoleh Leonardo mencapai angka Rp 375 miliar.

“Kita sudah teken kontrak dengan perusahaan Italia pada bulan September 2019 lalu. Dananya dari Kemenhan,” ungkap Komandan Satrad 221 Ngliyep, Mayor Lek Agus Kasmianto, Rabu (8/1/2020) seusai rapat koordinasi apel tanggap bencana Kabupaten Malang di Ruang Anusapati, Pendopo Kabupaten Malang seperti dikutip dari beritajatim,com.

Menurut Mayor Agus, Leonardo nantinya siap dioperasikan pada 2021 mendatang. Hal itu lantaran untuk instalasi dan perakitan mesinnya, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Agus menjelaskan, Leonardo memang sangat mumpuni untuk menjaga kedaulatan teritorial Indonesia.

“Radar Leonardo sangat bagus untuk mendeteksi dini. Kalau ada ancaman sudah terdeteksi jauh. Sehingga kita bisa merencanakan apa yang harus kita perbuat jarak. Kalau jangkaunya dekat, kita bisa terlambat untuk mengatasi,” tegasnya.

Saat ini, Satrad 221 Ngliyep masih mengandalkan radar Plessey AWS II dari Inggris. Radar itu sudah cukup tua, karena dioperasikan sejak 1960-an. Radius deteksinya pun hanya mencapai 180 NM dan dinilai kurang memenuhi standar.

1 Komentar

  1. Beda tipis aja jangkauanya….harusnya ganti dg yg jangkauanya minimal 250 nm….oya radar ngliyep yg lama apa tak sebaiknya d tempatkan d daerah perbatasan yg blm tercover radar…untuk sementara menjelang dtang yg lbih baru

Tinggalkan Balasan