Raja Qatar Siap Meladeni Agresi Militer Arab Saudi dan Sekutunya

Seikh Tamim bin Hamad, Raja Qatar. REUTERS/Stephanie McGehee

Raja Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memperingatkan jika terjadi konfrontasi militer ke negaranya dia siap meladeninya meskipun hal itu diharapkan tidak terjadi.. Perselisihan antara negara teluk telah menjurus ke arah konfrontasi militer setelah sebuah dokumen rahasia bocor.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berusaha menyewa pasukan bayaran Amerika Serikat Black Water.  Dokumen tersebut dibocorkan oleh mantan Perdana Menteri Qatar, Abdullah Al-Attiyah.

Sheikh Tamim sendiri berusaha mengupayakan perdamaian dengan negara-negara tetangganya. Dia telah meminta Presiden AS Donald Trump perantara perdamaian antara Qatar dan lawan-lawannya yaitu Bahrain, Mesir, ArabSaudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Pertemuan itu diupayakan untuk mengakhiri krisis antara sekutu AS tersebut.

Berbicara kepada jaringan berita televisi CBS 60 Minutes, Sheikh Tamim mengatakan sejauh ini tidak ada tanggapan dari negara-negara yang memboikot. Seharusnya segera terjadi pertemuan ini, katanya, seperti dikutip the Washington Post, Ahad (29/10).


Dalam wawancara pada program televisi yang akan disiarkan pada Ahad (29/10) malam waktu setempat tersebut, Sheikh Tamim mengakui dugaan ancaman militer itu. “Saya takut jika terjadi sesuatu, jika ada tindakan militer yang terjadi, wilayah ini akan kacau balau,” katanya.


Ancaman konfrontasi militer tersebut tampak pada awal setelah dimulainya pemboikotan pada 5 Juni. Media berbahasa Arab di negara-negara pemboikot menyarankan perlunya sebuah operasi Peninsula Shield, yang merupakan tentara militer dari Dewan Kerjasama Teluk. Namun pejabat pemerintah mengabaikan saran tersebut pada saat itu.

Baca Juga:  Krisis Pilot, AU Amerika Panggil Pilot Yang Pensiun

Saat bertemu dengan Trump di Washington pada September, Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah mengatakan bahwa mediasi oleh Presiden AS akan membantu menghindari jenis kekerasan apapun. “Alhamdulillah, yang penting adalah kita telah menghentikan tindakan militer,” kata Sheikh Sabah yang juga telah berusaha menengahi perselisihan tersebut.

1 Komentar

  1. Sebelum perang warisan minyak nya diberikan ke RUSIA separoh dan USA separoh pasti Qatar aman. atau ajak TURKI dan INDONESIA membantu untuk membendung Perang Bodoh. simpan tenaga dan harta untuk palestina.

Tinggalkan Balasan