Rakyat Malaysia Urunan Buat Bayar Hutang Negara

Gelombang perubahan di bawah Perdana Menteri (PM) Mahatir Muhammad mulai terasa di negeri jiran, Malaysia. Perekonomian negara tersebut terpuruk di bawah arahan PM sebelumnya Najib Razak dan mewarisi banyak hutang.

Untuk membantu PM Mahatir mengatasibhutang negara, Warga Malaysia menggalang donasi untuk membantu melunasi utang yang sedang dihadapi pemerintahan baru Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Dilansir The Star Jumat (25/4/2018), Nik Shazarina Bakti, seorang aktivis HAM dari Sisters in Islam (SIS) membuka akun di GoGetFunding.


Dalam laman situs itu, Nik meminta warga Malaysia dan seluruh dunia untuk berkontribusi meringankan utang 1 triliun Ringgit, atau Rp3.500 triliun.

Perempuan 27 tahun tersebut bercerita bagaimana warga Malaysia di masa perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman, bersatu mengumpulkan dana bagi Malaysia.

Mereka dengan rela menyerahkan perhiasan, uang, dan barang berharga kepada Abdul sehingga bisa pergi ke London, Inggris, dan memperoleh kemerdekaan.

“Kita bisa berkata kepada anak maupun cucu kita bahwa kita semua berinisiatif untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia,” kata Nik.

The Star memberitakan, kampanye dengan nama Please Help Malaysia telah memperoleh 3.633 dolar Amerika Serikat (AS), sekitar Rp51,3 juta.


Hingga penutupan pada 21 Juli mendatang, kampanye tersebut menargetkan bisa mendapat donasi 100.000 dolar AS, atau Rp1,4 miliar.

Nik dalam laman itu menyatakan, setelah penutupan, seluruh hasil donasi bakal diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Baca Juga:  120 Negara Dukung Indonesia Menjadi anggota Dewan Keamanan PBB

“Saya tahu bahwa saya adalah orang asing (bukan warga pribumi). Namun, percaya lah, saya tidak akan mengantongi sepeser pun donasi ini,” tegasnya.

Inisiatifnya menuai pujian dari salah satu netizen bernama Marina. “Saya bangga dengan Nik. Jika Anda ingin membantu sekecil apapun, lakukan lah,” tuturnya.

Sebelumnya, Mahathir dalam pernyataan di depan staf kantor perdana menteri berkata, dia menemukan kondisi keuangan Malaysia tidak dipelihara dengan baik.

“Sehingga kita mengalami masalah utang mencapai 1 triliun Ringgit. Kita belum pernah menghadapi masalah ini sebelumnya,” katanya.

PM berusia 92 tahun itu berujar, dulu Malaysia tidak pernah mempunyai utang lebih dari 300 miliar Ringgit. “Tetapi kini mencapai 1 triliun Ringgit,” bebernya.
Sumber: Kompas

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan