Rayakan HUT ke-72, TNI AU Kurangi Demo Atraksi Pesawat

TNI Angkatan Udara (AU) akan mengurangi demo udara dalam perayaan HUT ke-72 TNI AU yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 9 April 2018. TNI AU memiliki konsep ulang tahun berbeda dari sebelumnya.

“Tahun ini, kami akan kurangi demo udara yang besar-besaran. Tahun ini kami lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna dalam konferensi pers
HUT ke-72 TNI AU di Skadron 17, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 7 April 2019.

Menurut dia, kegiatan perayaan HUT TNI AU sudah berjalan dari beberapa bulan lalu, mulai dari foto, donor darah, hingga kuliner. Yuyu menjelaskan, dalam kegiatan ini TNI ingin mendekatkan diri kepada masyarakat, karena hakikatnya TNI untuk rakyat.

Sabtu, 7 April, diadakan pentas musik yang mengusung panggung prajurit dan terbuka untuk umum hingga Minggu. Selain hiburan musik, ada pula pameran yang memajang pesawat tempur, di mana penerbang dan teknisi bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat yang datang.


“Masyarakat akan meramaikan, besok ada kuliner dan pameran, penggemar motor tua dan mobil, kita buka seluas-luasnya untuk masyarakat. Kami sudah lakukan mulai panggung prajurit dan static snow terbuka untuk umum. Pada dua hari, Lanud Halim terbuka untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Pesta rakyat HUT TNI AU, kata Yuyu, juga akan diisi dengan sejumlah pameran alutsita hingga atraksi akrobatik pesawat TNI AU.

Baca Juga:  Membahayakan Penerbangan, Penjual Green Laser Disweeping TNI AU

“Ada pameran Sukhoi, F16, T50 lengkap dengan persenjataannya. Masyarakat juga bisa ngobrol dengan pilotnya. Kami akan tampilkan dua hari ini aksi dari Tim Jupiter,” kata mantan Pangkoopsau I ini.

Yuyu menambahkan puncak perayaan HUT ke-72 TNI AU akan dilaksanakan upacara pada Senin, 9 April, yang diikuti 2.500 prajurit TNI AU.


Tema HUT TNI AU yang diangkat tahun ini “Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, dan Modern TNI AU Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI”.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan