Redam Rusia, NATO Ubah Misi Polisi Udara Jadi Pertahanan Udara

Armada pesawat tempur Rusia sering dan makin agresif mendekati garis teritorial udara anggota NATO. Beberapa kali pesawat NATO terpaksa melakukan aksi pengawalan jarak dekat.

Aksi Rusia yang makin agresif dan tidak mempedulikan batas-batas wilayah Negara Baltik anggota NATO telah memancing ide untuk merubah postur pertahanan dan misi polisi udara.

NATO hendak mengubah misi yang tadinya reaktif dengan mengirimkan jet tempur QRA (Quick Reaction Alert) itu menjadi misi pertahanan udara dimana aturan pencegatan akan berubah dan system pertahanan udara di darat akan makin pegang peranan.

Para pejabat pertahanan Lithuania dan Estonia saat ini sedang melobi agar NATO mau merubah kebijakan pertahanannya tersebut karena membutuhkan perubahan aturan yang sangat mendasar.


Namun begitu,sejumlah Negara yang menyumbang jet tempur untuk misi QRA ini telah menunjukkan keengganan untuk merubah kebijakan karena dianggap terlalu agresif dan bisa menyinggung Rusia dan memantik eskalasi ketegangan yang semakin besar.

Namun masalahnya, NATO sekarang juga sedang kekurangan anggaran karena Donald Trump mengancam untuk memotong biaya subsidi dari pemerintah Amerika Serikat.


Sumber: UC News / Aryo Nugroho

Baca Juga:  Arab Saudi Borong Senjata dan Alat Intelijen dari Israel

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan