Rencana Pensiun Dini Pangkostrad Ditunda Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa kebijakannya untuk menganulir rotasi jabatan perwira tinggi di tubuh TNI telah melewati proses evaluasi.

Rotasi ini dilakukan oleh Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo, terhadap 85 perwira tinggi. Namun 16 diantaranya dibatalkan oleh Hadi.

“Untuk mengemban amanah sebagai Panglima TNI saya telah melaksanakan evaluasi
berkesinambungan terhadap sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan tantangan tugas kedepan,” ujar
Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017).

Selain itu, Hadi mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan evaluasi berdasarkan penilaian sumber daya manusia. Penilaian tersebutdidasarkan pada profesionalitas dan manned
system.


Mantan Danlanud Adi Soemarmo Solo ini juga mengungkapkan bahwa sistem pembinaan karier di tubuh TNI telah baku. Sehingga, dirinya menegaskan tidak ada alasan subjektif dalam pemilihan jabatan perwira Tinggi TNI.

“Tidak ada istilah di dalam pembinaan karier adalah like and dislike,” tegas Hadi.

Seperti diketahui, Hadi menerbitkan surat keputusan dari bernomor Kep/928.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember untuk menganulir surat mutasi yang diterbitkan Gatot bernomor
Kep/982/XII/2017.

Melalui surat keputusan baru ini, rotasi terhadap 16 perwira tinggi TNI yang sebelumnya dilakukan Gatot dinyatakan tidak ada.


Salah satu perwira tinggi yang batal dirotasi adalah Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Edy sebelumnya dirotasi Gatot dari jabatan Pangkostrad menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini. Namun, rotasi itu dinyatakan tidak ada dan Edy tetap menjabat Pangkostrad.

Baca Juga:  Six Second Pause, Tips Dari Mayor Ronald Siwabessy Untuk Redam Emosi dan Hoax

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan