Rencana Perdamaian Israel-Palestina dari Donald Trump, Harus Setuju!

Donald Trump dan Netanyahu saat mengumumkan rencana perdamaian. Foto (AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah Silbiger)

Donald Trump mengeluarkan pengumuman penting tentang rencana perdamaian Palestina dan Israel yang harus dipatuhi dan disetujui oleh Palestina.

Dalam mengumumkan rencana tersebut, Donald Trump didampingi oleh Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu pada Selasa 28/01/2020.

Berikut ini poin-poinya:

  •  AS akan mengakui kedaulatan Israel berdasarkan wilayah teritorial yang diakui oleh Tel Aviv dan sedikit revisi dari Trump sebagai kompromi yang harus disepakati.
  •  Yerussalem hanya jadi Ibukota Israel, sedangkan Ibukota Palestina akan pindah ke sisi timur di Kota Abu Dis. AS akan membuka kedutaaan secara resmi di sana.
  •  Palestina akan menjadi negara merdeka berdaulat dan diakui oleh AS.
  •  Pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang didirikan dengan merampas tanah warga Palestina akan tetap berada di sana selamanya.
  •  Israel akan bekerja dengan pemerintah Yordania untuk memastikan status quo pengelolaan situs suci. Terutama bagian Kubah Emas Al-Aqsa (bukan masjid-nya) yang dikenal di kaum Yahudi sebagai Kuil Gunung, dan al-Haram al-Sharif bagi muslim (tempat Nabi Muhammad Sholat sebelum Mikraj) tidak akan diganggu. Yordania akan tetap menjadi pengelola kawasan tersebut.
  • Selama 4 tahun, kawasan yang diberikan kepada Palestina bisa bertambah bisa juga berkurang.

Presiden dari Partai Republik itu beralasan, warga Palestina saat ini berada dalam kemiskinan dan kekerasan, serta dieksploitasi menjadi teroris dan ekstremis. “Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” kata Trump

1 Komentar

  1. Kaya yang Jaya selamanya. Sekarang aja dah mulai kepepet China sampe melakukan rekayasa intelijen senjata biologi. Juga caatsa kelihatan ga berguna.
    Tanpa Amerika pun dunia akan tetap berputar.

Tinggalkan Balasan ke Orang miskin Batalkan balasan