Robot Tank Uran-9 Rusia Punya Banyak Masalah di Suriah

Tank tak berawak Rusia Uran-9 mendapat skor buruk diantaranya karena tidak bisa beroperasi jauh dari pengontrolnya seperti yang diharapkan, bermasalah ketika menembakkan meriam 30mm-nya, dan tidak bisa menembak saat bergerak.

Uran-9 diluncurkan pada September 2016 dan dikerahkan ke Suriah pada Mei 2017. Tank robot itu diklaim mampu beroperasi hingga 2,9 km dari operatornya. Namun di Suriah, Uran-9 hanya bisa dioperasikan dari jarak sekitar 33 hingga 54 meter dari operatornya di sekitar gedung-gedung tinggi. Pengontrol robot tank juga secara acak kehilangan kendali robot tersebut sebanyak 17 kali selama satu menit dan dua kali selama satu setengah jam.

Uran-9 bersenjata berat dengan empat peluncur rudal anti-tank 9M120-1 Ataka, enam peluncur roket flamethrower reaktif kaliber 93 mm Shmel-M, satu meriam otomatis 30-mm 2A72, dan satu senapan mesin koaksial 7,62-mm. Meriam 30-mm-nya terlambat menembak enam kali dan bahkan sekali mengalami kemacetan, dan meriam itu hanya bisa menembak sasaran hingga sekitar 2 km jauhnya, jauh dari jangkauan tembak yang diharapkan yaitu 6 km. Rupanya, perangkat optik tank tersebut mengalami banyak gangguan di darat dan di udara di sektor pengawasannya. Tank tanpa awak itu bahkan memiliki masalah dengan sasis dan sistem suspensi dan membutuhkan perbaikan di lapangan.


Sumber : armyrecognition.com, TSM Angga Saja

Baca Juga:  Inggris Tes Sistem Rudal Land Ceptor Senilai 4,6 Triliun Rupiah

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan