Rudal Iskander Ditembak Jatuh Rudal Barak-8 Buatan Israel

Perang antara Azerbaijan melawan Armenia membuka mata dunia bahwa rudal Iskander buatan Rusia ternyata tidaklah mengerikan seperti klaim pembuatnya.

Dikutip dari laporan dari Middle East Eye (MEE) bahwa Azerbaijan menggunakan sistem rudal pertahanan udara Barak-8 miliknya untuk menembak jatuh rudal Iskander yang ditembakkan Armenia pada November tahun lalu.

Armenia meluncurkan setidaknya satu rudal balistik jarak pendek Iskander buatan Rusia di Baku pada November selama perang Nagorno-Karabakh, tetapi ditembak jatuh oleh Azerbaijan, kata seorang pejabat senior Azerbaijan menjelaskan insiden tersebut kepada Middle East Eye.

Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan Turki setelah pertempuran sengit selama enam minggu pada November, menyusul perebutan kota strategis Shusha oleh tentara Azerbaijan (dikenal sebagai Shushi dalam bahasa Armenia).

“Sebuah rudal balistik Iskander diluncurkan oleh Yerevan langsung ke ibu kota [Baku] beberapa hari sebelum gencatan senjata. Hal itu mengkhawatirkan para pejabat Azerbaijan. Tapi sistem pertahanan rudal yang dioperasikan oleh militer Azerbaijan, Barak-8 buatan Israel, menembaknya jatuh,” kata pejabat itu.

Azerbaijan memiliki versi berbasis darat sistem Barak-8 dengan 12 peluncur dan 75 rudal permukaan-ke-udara, yang dapat digunakan untuk menjatuhkan rudal seperti Iskander. Sistem diakuisisi oleh Azerbaijan pada 2018 dan telah diuji.

Sebuah rekaman video, yang muncul di media sosial beberapa jam sebelum gencatan senjata yang dideklarasikan pada 9 November, menunjukkan bahwa Armenia meluncurkan rudal Iskandar ke wilayah Azerbaijan.

Baca Juga:  Pashmerga Kurdi Ancam Aksi Balasan Pada Pemerintah Irak

Di awal konflik, militer Armenia menargetkan Azerbaijan dengan rudal Tochka dan Scud. Kasapoglu sudah menduga bahwa dapat dimengerti Armenia akan menggunakan model rudal yang lebih maju seperti Iskander karena situasinya menjadi lebih buruk bagi Armenia.

“Tentu saja, menggunakan aset ini pada penduduk sipil, yang terkena rudal Armenia, adalah kejahatan perang,” tambahnya.

Sumber : middleeasteye.net

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan