Rudal S-400 Turki Terus Berdatangan

Rudal pertahanan udara (arhanud) S-400 buatan Rusia terus berdatangan ke Turki. Pembelian rudal ini telah menyulut kemarahan Amerika Serikat (AS).

Turki yang merupakan negara peserta dalam pembuatan pesawat F-35 dan akan memilikinya, dikhawatirkan akan membuka rahasia “teknologi stealth” pada pesawat itu agar bisa terdeteksi S-400.

Total sudah ada 7 pesawat dari Rusia yang membawa rangkaian kiriman S-400 ke Turki, seperti disampaikan Kementerian Pertahanan Turki, Minggu (14/7).

“Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 berlanjut. Pesawat ketujuh telah mendarat di Murted Air Base,” bunyi pernyataan Kemenhan.

Minggu pagi, pesawat kelima dan keenam juga sudah tiba membawa komponen S-400.

Pengiriman S-400 dari Rusia ke Turki dimulai pada 12 Juli.


Menurut Kemenhan Turki, pada hari itu tiga pesawat kargo mengirimkan beberapa traktor, truk dan kendaraan pembawa S-400 ke Murted Air Base.


Laporan pertama pembelian S-400 oleh turki mengemuka pada November 2016. Pada September 2017, Rusia mengonfirmasi bahwa kontrak yang relevan telah diteken.

Menhan Turki Hulusi Akar sebelumnya mengatakan bahwa penempatan sistem rudal S-400 dapat dimulai Oktober 2019.

Pada Desember 2017, CEO perusahaan teknologi tinggi Rusia Rostec Sergei Chemezov, menyatakan bahwa kesepakatan pembelian S-400 bernilai 2,5 miliar dolar AS.

Amerika Serikat telah berupaya mencegah Turki membeli S-400. Washington bahkan memperingatkan bahwa mereka mungkin menolak Turki untuk membeli pesawat tempur F-35, jika tetap membeli S-400.

Baca Juga:  Turki Tolak Keluar Dari Wilayah Irak Yang Kaya Minyak

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan