Rusia Akan Segera Mengirim Jet Tempur Su-35 Pesanan Indonesia

Indonesia dan Rusia sepertinya akan melanjutkan tradisi merahasiakan kontrak pembelian senjata utama/Alutsista. Ini setelah pihak Rusia mengkonfirmasi akan  segera mengirim jet tempur Su-35 pesanan Indonesia yang disepakati kontraknya. 

Pengiriman ini akan menjadi yang pertama dari rangkaian alutsista asal Rusia yang diborong oleh Indonesia termasuk di antaranya adalah kapal selam kelas kilo.

Rencana pengiriman itu diumumukan pihak perusahaan pertahanan Rusia, Rostec, di acara Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) 2017 di Malaysia, hari Rabu sedangkan soalnya tanggal pengirimanya dirahasiakan. 

Adalah sudah menjadi tradisi jika pembelian alutsista dari Indonesia ke pihak Rusia selalu dirahasiakan dan ditutup rapat-rapat. Contoh terbaru adalah soal pembelian rudal Yakhont. Kepastian berita pembelian rudal Yakhont masih simpang siur pada awal 2011, tapi tiba-tiba TNI AL sukses membuat siaran uji coba Yakhont pada April 2011. 

Kali ini, bisa jadi kejutan itu adalah Pesawat tempur Su-35 dan kapal selam kelas Kilo.


”Setelah kesepakatan Su-35 selesai, kami berencana untuk terlibat dalam proyek-proyek Angkatan Laut dengan pihak Indonesia,” kata Viktor Kladov, yang mengepalai delegasi gabungan dari Rostec dan eksportir senjata Rosoboronexport, kepada wartawan, seperti dilansir Itar-Tass, semalam (22/3/2017).

Kladov mencontohkan kontrak jual beli peralatan militer dengan Indonesia adalah pembelian helikopter.

Menurutnya, Indonesia juga menunjukkan minat terhadap pesawat amfibi multiguna Rusia, Be-200 untuk mengatasi kebakaran hutan. ”Indonesia tertarik untuk membeli dua atau tiga pesawat jenis ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Rusia Tegaskan Siap Bantu Indonesia Perkuat Militer

Militer Angkatan Udara Indonesia sejatinya telah mengoperasikan sejumlah pesawat Rusia, termasuk 11 unit Su-30 dan lima unit Su-27. Indonesia sebelumnya dilaporkan membeli 10 unit Su-35 dan pengiriman sempat diprediksi akan terjadi pada 2018 karena negara-negara lain juga memesan pesawat jet tempur canggih tersebut.

Jet tempur Su-35 rencananya akan menggantikan jet tempur buatan Amerika Serikat F5 E/F Tiger II yang sudah uzur.

Menurut riset IHS, Indonesia akan menghabiskan lebih dari USD20 miliar untuk pengadaan alat pertahanan pada 2016 hingga 2025. Jumlah itu mencatatkan anggaran pertahanan Indonesia masuk lima besar dunia yang tumbuh secara cepat.


sumber : tass.com

3 Komentar

Tinggalkan Balasan