Rusia Berencana Kembangkan Rudal Supersonik Jadi Hipersonik

Doktrin militer Rusia warisan Uni Soviet untuk mengutamakan senjata Rudal sepertinya akan terus dipertahankan. Yang terbaru, negara itu siap mengembangkan rudal jelajah supersoniknya hinga mencapai kecepatan hipersonik.

“Pabrik persenjataan Rusia, Tactical Missiles Corporation sedang mengembangkan rudal jelajah supersoniknya untuk digunakan oleh Angkatan Bersenjata Rusia,” kata CEO perusahaan, Alexander Leonov.

“Tren saat ini dalam peningkatan rudal jelajah adalah membawanya ke tingkat kecepatan hipersonik dan meningkatkan jangkauannya. Ini adalah arah yang kami tuju,” tambahnya kepada TASS.

Rudal jelajah supersonik adalah rudal dengan jarak tempuh di atas 1.000 kilometer dan mampu mencapai kecepatan di atas 2.469 kilometer per jam atau dua kali kecepatan suara.

Infografis Rudal Avangard

Sementara, rudal hipersonik merupakan rudal dengan kecepatan di atas 6.174 kilometer per jam atau lima kali kecepatan suara.

Leonov mengatakan, perusahaannya sedang mengembangkan rudal anti-kapal supersonik, Onyx, yang dapat ditembakkan dari kapal frigat maupun kapal selam, dengan kecepatan maksimum lebih dari dua kali kecepatan suara dan jangkauan 640 kilometer.

“Kami sedang berusaha untuk mengembangkan rudal itu sebagai ruda universal, baik dari sisi target maupun platform peluncuran yang digunakan,” ujar Leonov.


Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengunjungi Pusat Uji Penerbangan Chkalov untuk memeriksa jet tempur MiG-31 yang dipersenjatai rudal hipersonik Kinzhal.

Rudal balistik dengan kemampuan nuklir yang diluncurkan dari udara tersebut dikembangkan oleh kementerian pertahanan dan digunakan oleh Angkatan Udara Rusia.

Baca Juga:  Menang Dalam Dog Fight, Saham Produsen Pesawat Chengdu JF-17 Meroket

Rudal itu diklaim mampu mencapai kecepatan 10 kali kecepatan suara (sekitar 12.000 kilometer per jam) dan menempuh jarak 1.900 kilometer.

“Bahkan untuk jarak yang lebih pendek rudal itu bisa mencapai kecepatan Mach 12 (sekitar 14.000 kilometer per jam),” tulis situs Airforce Technology, dikutip Newsweek.

Rudal Kinzhal Rusia juga dilaporkan dapat diintegrasikan ke dalam sistem lain yang digunakan Rusia, yang dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap pertahanan dan pasukan udara NATO.

Rudal tersebut dikatakan dapat mencapai lebih banyak target jika diluncurkan melalui berbagai tipe pesawat tempur, termasuk yang mampu lepas landas di landasan pendek.


Rusia juga mengembangkan rudal jelajah hipersonik (HCM) 3K22 Tsirkon dengan kemampuan Mach 6, serta rudal balistik antarbenua (ICBM) Avangard.

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan