Rusia Cari Pertahanan Udara Pengganto Pantsir

Militer Rusia sedang mencari sistem pertahanan udara yang lebih canggih dan hemat biaya untuk menggantikan sistem anti-pesawat Pantsir.

Menurut narasumber di Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, yang berbicara dengan syarat anonimitas, Angkatan Darat dan Angkatan Laut Rusia tidak puas dengan sistem Pantsir dan sedang mencari sistem pertahanan udara baru.

Bagi AD Rusia, sistem pertahanan udara Pantsir terbukti terlalu berat, rumit dan tidak efektif untuk melindungi sebagian besar ancaman yang potensial. Untuk melindungi kapal-kapal di zona pantai dan di pelabuhan, versi laut Pantsir (Pantsir-M) juga terlalu mahal dan tidak terlalu efektif.

Pantsir adalah sistem senjata artileri rudal permukaan-ke-udara dan artileri anti-pesawat terbang jarak menengah yang menggabungkan rudal dan meriam. Tetapi selama operasi lapangan di Suriah, terungkap sejumlah kelemahan teknis dari sistem Pantsir yang dirancang untuk memberikan pertahanan udara titik (point air defence) bagi instalasi militer dan industri terhadap ancaman pesawat, helikopter, amunisi presisi, rudal jelajah dan UAV dan untuk memberikan perlindungan tambahan pada unit pertahanan udara dari serangan udara musuh yang menggunakan amunisi presisi terutama pada jarak pendek hingga sangat pendek.


Terlebih lagi, sistem pertahanan rudal Pantsir-S1 terkena serangan langsung selama serangan udara Israel di Suriah.

Pada 21 Januari lalu, militer Israel telah mengenai sasaran Iran dan Suriah di sekitar Damaskus, termasuk sistem pertahanan udara Pantsir-S1 yang canggih.

Baca Juga:  Abaikan HAM, Amerika Jual 16 Unit F-16 Viper Ke Bahrain

“Selama serangan kami, puluhan rudal darat-ke-udara Suriah diluncurkan, meskipun ada peringatan yang jelas untuk menghindari tembakan semacam itu. Sebagai tanggapan, kami juga menargetkan beberapa baterai pertahanan udara Angkatan Bersenjata Suriah, ” kata pernyataan militer Israel ketika itu.

Selain itu, militer Israel merilis rekaman yang memperlihatkan beberapa sistem pertahanan rudal buatan Rusia Pantsir-S1 terkena tembakan langsung selama serangan udara Israel di Suriah.


Ini bukan kasus pertama Angkatan Udara Israel menghancurkan sistem Pantsir-S1. Pada 10 Mei 2018, jet tempur Israel menyerang beberapa sasaran militer di Suriah, termasuk sistem Pantsir-S1 buatan Rusia.

Radar sistem pertahanan udara Pantsir tidak dapat secara terus menerus melakukan akuisisi dan pelacakan sasaran berukuran kecil, seperti drone dan amunisi presisi. Selama pertahanan pangkalan militer Rusia di provinsi Latakia, sebagian besar target musuh yang dapat ditembak jatuh dilakukan dengan senjata meriam, yang tidak menjamin perlindungan terhadap serangan dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, saat ini berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan versi lanjutan baru untuk Angkatan Udara Rusia, yang disebut Pantsir-SM, dengan elektronik, radar, dan rudal yang baru. Sebuah proyek baru didanai dengan menjual versi sistem pertahanan udara Pantsir yang bermasalah tersebut ke luar negeri dengan harga murah.

Sumber : armyrecognition.com, defence-blog.com, TSM Angga Saja

1 Komentar

Tinggalkan Balasan