Rusia Dicurigai Berhasil Mengembangkan Teknologi Teleportasi 

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Ilmuwan Rusia sebaiknya tidak “mengecewakan” orang-orang di Eropa Barat terkait laporan media Barat yang mengabarkan Moskow mungkin tidak lama lagi akan memiliki alat teleportasi, Kamis (8/12).
Teleportasi adalah pengalihan materi dari satu tempat ke tempat lainya secara  instan, mirip dengan konsep apport  dalam konteks spiritualisme. Kata Teleportasi lebih banyak digunakan secara luas dalam karya fiksi ilmiah dan fantasi, terutama film-film Hollywood.

Pada musim panas lalu, surat kabar The Telegraph melaporkan bahwa Rusia sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan seseorang bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara instan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebuah “program riset yang didukung Kremlin” ingin mewujudkan teknologi teleportasi menjadi kenyataan pada tahun 2035, dan proyek “triliunan pound sterling” ini telah disampaikan kepada Putin.

“Tujuannya tak seaneh kelihatannya,” tulis The Telegraph. Media Inggris tersebut juga menambahkan bahwa proyek ini mungkin akan menjadi “bagian dari langkah Kremlin untuk meningkatkan sektor Teknologi Informasi Rusia”. Selain itu, pengembangan ini juga dikaitkan dengan kekhawatiran pemerintah Barat  akan kecanggihan teknologi komputasi Rusia yang diduga digunakan untuk mengembangkan program peretasan dan perang siber paling menakutkan di dunia.

Pembahasan mengenai pemberitaan tersebut kembali muncul dalam pertemuan Badan Inisiatif Strategis Rusia yang dihadiri Putin. Salah satu peserta pertemuan mengingatkan sang presiden Rusia bahwa media Barat memublikasikan kabar mengenai rencana teleportasi di luar konteks dan membuatnya terdengar seperti ancaman bagi keamanan nasional seluruh Eropa.

Baca Juga:  Norinco China Sukses Uji Radar Anti Pesawat Siluman

“Anda sebaiknya tidak mengecewakan mereka. Ide ini sebaiknya terus dilanjutkan,” kata Putin sambil tersenyum.


Rencana Badan Inisiatif Strategis Rusia diumumkan pada musim panas lalu, melibatkan ilmuwan dan ahli TI dengan target penyelesaian proyek selama 20 tahun mendatang.

Moskow berencana mengembangkan bahasa program mandiri, layanan seluler 5G, sistem komunikasi yang lebih aman, serta teleportasi kuantum. Seluruh proyek tersebut dilaporkan membutuhkan investasi sebesar sepuluh miliar rubel (sekitar dua triliun rupiah).


Sayangnya, teleportasi tidak termasuk dalam daftar prioritas utama Putin. Teleportasi akan sangat membantu untuk penempatan instan peralatan dan perangkat mematikan Rusia termasuk gurita besar pembunuh yang menurut Daily Express dipersenjatai di kedalaman Arktik.

Dengan demikian, kebenaran kabar mengenai pengembangan tersebut masih belum dipastikan.

Sumber: TSM/rt.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan