Rusia Hidupkan Lagi Proyek Pesawat Siluman T-60 Golub

Biro desain Tupolev Uni Soviet, sebelum runtuhnya Uni Soviet pernah menyiapkan desain pesawat bomber siluman T-60 Golub (pigeon) yang saat itu merupakan proyek rahasia Uni Soviet.

Sukhoi T-60S akan diproyeksi menggantikan pesawat bomber Tu-22M3 pada 1980.

Secara desain, T-60S akan menampilkan sayap geometri variabel, badan pengangkat datar dan dua mesin, dilengkapi dengan nozel vectoring dorong dua dimensi.

Kini Rusia sebagai penerus resmi Uni Soviet berambisi untuk menghidupkan lagi Proyek “Burung Merpati”, kali ini Rusia memberikan sentuhan modern berupa penggunaan bahan komposit untuk melapisi tubuhnya.

Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang T 60 Golub ini namun dari beberapa sumber online T 60 Golub mempunyai panjang total 38 meter dan rentang sayap 35 meter. Sementara kapasitas angkut persenjataan mencapai 20 ton dan senjata yang dapat dibawa mencakup rudal jelajah Kh 15 dan Kh 101.

Untuk olah gerak T 60 Golub ditenagai dengan dua mesin turbojet yang memungkinkannya mencapai kecepatan terbang di atas 2.500 km/jam. Pesawat dapat menjelajah jarak sejauh 6.000 km dan terbang hingga ketinggian 20 km (65.600 kaki). Selain itu beberapa sumber menyatakan bahwa T 60 Golub didesain tidak menggunakan manusia sebagai operator (unmanned bomber).

Desain pesawat tempur/bomber tanpa awak ini adalah ciri khas dari pesawat generasi keenam seperti halnya Tempest buatan Inggris dan Swedia maupun FCAS lansiran Trio Prancis, Jerman dan Spanyol. Jika tidak ada aral melintang Merpati Besi ini akan terbang perdana pada tahun 2030

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan