Rusia Luncurkan Kapal Selam Siluman “Kronstadt” Yang Tidak Butuh Oksigen

Angkatan Laut Rusia resmi meluncurkan kapal selam siluman yang diberi nama Kronstadt, Kamis (20/9/2018).

Kapal selam berkemampuan siluman dengan panjang 68 meter itu diluncurkan dalam sebuah upacara khusus yang dilangsungkan di galang kapal militer di St Petersburg dan disaksikan perwira Angkatan Laut Rusia.

Melansir dari TASS, Jumat (21/9/2018), Proyek 677 Kapal selam Siluman Kronstadt mulai dibangun pada 2005. Namun pengerjaan sempat terhambat lantaran kendala dalam pembiayaan dan baru kembali dimulai pada 2013.


“Hari peluncuran akhirnya datang. Keterlambatan dalam pekerjaan konstruksi memungkinkan untuk menggunakan pengalaman dalam membangun dan mengoperasikan kapal selam St Petersburg.”

“Kapal selam ini melampaui pendahulunya, Proyek 636, dalam setiap parameter. Kami yakin Proyek 677 pantas disebut sebagai masa depan kekuatan kapal selam non-nuklir Angkatan Laut Rusia,” kata Buzakov.

Kapal selam Proyek 677 dari kelas Lada adalah bagian dari kapal selam non-nuklir Rusia generasi keempat.

Kapal selam tersebut dilengkapi dengan persenjataan berpresisi tinggi, di antaranya enam peluncur torpedo 533 milimeter untuk 18 torpedo atau rudal, termasuk rudal jelajah Kalibr.

Kapal selam siluman Kronstadt memiliki bobot sekitar 1.750 ton di permukaan dan 2.650 saat menyelam. Mampu membawa 35 awak dan melaju di bawah air dengan kecepatan maksimum 21 knot (38 kilometer per jam).


Kapal selam itu menggunakan sistem pendorong udara independen (AIP), yang pertama dimiliki Angkatan Laut Rusia. Sistem pendorong tersebut memungkinkan pengoperasian tanpa harus sering mengakses oksigen di permukaan.

Baca Juga:  Tercanggih di ASEAN, Pesawat Su-30 Malaysia Tampil Gemilang di Singapura Airshow 2018

Kapal selam Kronstadt mampu beroperasi di bawah air selama beberapa minggu sebelum perlu muncul kembali ke permukaan.

Sebagai perbandingan, kapal selam milik Angkatan Laut Inggris, HMS Artful, mampu menyelam dan mengelilingi bumi tanpa harus muncul ke permukaan karena memiliki sistem pemurnian udara dan air.

Meski pada pelaksanaannya, kapal selam itu tetap harus berlabuh setiap sekitar 90 hari untuk memasok persediaan pangan bagi 98 awak kapalnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan