Rusia Minta Amerika Serikat Minggat dari Suriah

Perwakilan permanen Rusia untuk kantor PBB di Jenewa Alexei Borodavkin menilai kehadiran koalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) di Suriah tidak dibutuhkan lagi. Sebab menurutnya, kelompok milisi di negara tersebut telah berhasil dikalahkan.

“Kami percaya setelah kemenangan atas milisi ISIS, tidak ada kebutuhan lagi bagi koalisi pimpinan AS untuk tetap tinggal di Suriah, terutama karena mereka tidak diundang ke sana. Jadi kami meminta orang Amerika untuk mengemasi ransel mereka dan pergi,” ujar Borodavkin, dilaporkan laman kantor berita Rusia TASS, Jumat (15/12).

Menurut Borodavkin terdapat pemahaman yang strategis dan luas antara Rusia dan AS terkait krisis Suriah. Namun tak jarang pula terdapat beberapa pokok yang saling dipertentangkan kedua negara. “Tapi kami berharap dapat mempertahankan interaksi dan kerja sama politik dan militerdengan AS,” ucapnya.


Sebelumnya, Presiden Rusia VladimirPutin telah memerintahkan agar pasukan Rusia yang berada di Suriah untuk pulangke negaranya. Menurut Putin, kehadiran militer Rusia sudah tak dibutuhkan mengingat berhasil ditumpasnya kelompok milisi dan pemberontak di negaratersebut.

Kendati demikian, Putin mengatakan akan tetap mempertahankan pangkalan militernya di Suriah. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi bila kelompok milisi dan pemberontak bangkit melakukan perlawanan kembali.


“Jika ancaman teror serius muncul di Suriah lagi, maka seperti yaang dikatakanPresiden Putin, angkatan bersenjata Rusia akan melakukan serangan terhadapteroris yang tidak dapat mereka bayangkan,” ucap Borodavkin.

Baca Juga:  Tank Armata Rusia Akan Dilengkapi Toilet

Juru bicara Departemen Luar Negeri ASHeather Nauert sebelumnya mengungkapkan ditariknya pasukan Rusia dari Suriah terlalu terburu-buru. Masihada kantong-kantong ISIS, negara ini masih perlu distabilkan. “Kami berbicara tentang penghapusan puing-puing dan ranjau,” katanya.

Nauert menyatakan ditariknya pasukan Rusia tak akan mempengaruhi koalisi global yangdipimpin negaranya untuk tetap melakukan operasi militer di Suriah. (republika)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan