Rusia: Penempatan Rudal THAAD AS di Korsel Bisa Picu Ketegangan

THAAD Missile System US Army. Foto: wikipedia

Kementerian Luar Negeri Rusia,  melihat bahwa penempatan sistem antirudal THAAD Amerika Serikat (AS) di Korsel akan menambah ketegangan di semenanjung Korea. Penempatan sistem antirudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) Amerika Serikat di Korea Selatan berdampak terhadap kepentingan Rusia dan akan mempertimbangkan hal tersebut dalam rencana pertahanan mereka, demikian disampaikan Kepala Departemen Nonproliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia Mikhail Ulyanov, Jumat (23/9).

“Kami lihat pemerintah Korea Selatan didampingi AS meningkatkan aktivitas mereka di Semenanjung Korea yang memprovokasi Pyongyang segera memulai serangan,” ujar Ulyanov.

Menurut Ulyanov, Rusia melihat hal tersebut memicu ketegangan. “Aksi sebuah negara akan memicu respons dari negara lain dan dengan cara ini mereka mungkin akan terjebak dalam bencana yang serius. Ini sangat berbahaya.”


Ulyanov menyebutkan penempatan unit pertahanan antirudal tersebut tak hanya berkaitan dengan kepentingan Pyongyang, tetapi juga China dan Rusia. “Hal ini akan diperhitungkan dalam rencana pertahanan China, Rusia, dan Korea Utara.”


Keputusan untuk menempatkan THAAD di Korea Selatan diambil pada awal Juli lalu. Sistem pertahanan rudal berbasis darat yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal musuh saat masih di udara, saat  mendekati target untuk melindungi kota dan fasilitas kunci.

Penempatan permanen tersebut dilatarbelakangi oleh ancaman rudal nuklir Korea Utara. Sementara, Rusia dan China secara tegas menolak rencana tersebut.

Baca Juga:  Aung San Suu Kyi Kunjungi Daerah Konflik Rohingya

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan