Rusia Sebut Klaim Erdogan Hancurkan 8 Pantsir S1 Suriah Adalah Hoax

Klaim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengatakan bahwa drone Turki seperti Bayraktar TB2 dan Anka S berhasil menghancurkan 8 unit Pantsir S1 selama Operasi Spring Shield dibantah oleh Rusia sebagai produsen Pantsir S1.

Rusia menyebut klaim Erdogan sebagai berita hoax dan terlalu dibesar-besarkan.

Sebagai Sekutu utama Suriah, Rusia tahu benar dimana Pantsir S1 ditempatkan. Menurut pihak militer Rusia sistem pertahanan Suriah saat ini difokuskan di Ibukota Damaskus, hanya ada 4 Pantsir S1 yang digunakan di Idlib dari jumlah itu 2 unit sedang dalam perbaikan karena rusak.

Klaim Erdogan sendiri sebagai jawaban, karena setelah gencatan senjata Pihak Suriah mengklaim bahwa telah berhasil menjatuhkan 20 unit drone Turki menggunakan sistem hanud Buk M2E (NATO : SA 17 Grizzly)

Tidak beberapa lama klaim Suriah tersebut “dibalas” oleh Turki, melalui Presiden Erdogan Negeri Ottoman ini mengklaim berhasil menghancurkan sistem hanud Pantsir S1 (NATO : SA 22 Greyhound) menggunakan drone Bayraktar TB2 dan Anka S.

“di Idlib kami menghancurkan delapan pantsir dengan bantuan pesawat tempur kami. Ini adalah system pertahanan udara yang sangat mahal dan penting” kata Presiden Erdogan

Untuk memperkuat klaim Presiden Erdogan sejumlah media social Turki memposting sejumlah besar rekaman video dari drone Turki seperti Bayraktar TB2 dan Anka S yang menunjukan sedang menyerang Pantsir S1 di Idlib

Baca Juga:  India Beri Hadiah Uang Bagi Warga Yang Menemukan Pesawat Antonov An-32 Yang Jatuh