Rusia Sukses Temukan Cara Mengacau Sinyal Drone Amerika Serikat

Pesawat tanpa awak atau drone militer Amerika Serikat, MQ-1 Predator (U.S. Air Force photo/Lt Col Leslie Pratt)

Sebuah laporan yang disusun empat pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa Rusia telah mampu menemukan cara untuk mengganggu dan melumpuhkan sejumlah pesawat nirawak atau drone militer AS. Hal tersebut didasarkan riset di medan perang Suriah.

Tindakan yang dilakukan oleh Rusia, menurut keempat pejabat itu, berdampak signifikan bagi keberlangsungan operasi aviasi militer AS di negara beribu kota Damaskus tersebut. Demikian seperti dikutip dari NBC News (11/4/2018).

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan, meski jamming itu tak menyebabkan drone terjatuh, namun hal tersebut sangat mengganggu dari segi keamanan operasi.

“Oleh karenanya, Militer AS tengah melakukan penanggulangan dan perlindungan yang cukup untuk memastikan keselamatan pesawat berawak dan nirawak, serta pasukan kami dan misi yang mereka dukung,” kata Eric Pahon, Juru Bicara Pentagon.


Seorang pejabat lain juga menegaskan betapa jamming tersebut memberikan dampak operasional pada operasi militer AS di Suriah.


Sedangkan pejabat anonim lainnya mengatakan, peralatan yang digunakan dan dikembangkan oleh militer Rusia tergolong sangat canggih, efektif, dan mampu menerobos sinyal terenkripsi dan sistem anti-jamming pada drone Amerika Serikat.

Drone AS yang berdampak sejauh ini adalah pesawat pengintai non-tempur berukuran kecil, ketimbang MQ-1 Predator dan MQ-9 Reapers yang berukuran lebih besar dan dapat dipersenjatai serta kerap dikerahkan dalam pertempuran.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan