Rusia Teken Kontrak Kembangkan Pesawat 5G, Sukhoi Su-57

Pemerintah Rusia seksrang gak main-main soal kekuatan di udara. Mereka tak lagi termakan dogma warisan Uni Soviet untuk lebih mengandalkan kekuatan peluru kendali (rudal) dalam pertahanan negara. Sekarang inovasi Rusia di bidang pesawst tempur gak main-main.

Saat Sukhoi T-50 PAKFA sebentar lagi mengudara. Pemerintah Rusia ternyata juga sedang menyiapkan pendampingnya. Sukhoi Su-57, pesawat dengan generasi aviasi ke-5 (5G).

Moskow telah menandatangani kontrak produksi atas 12 unit pesawat tempur generasi kelima Su-57 dengan perusahaan pembuatnya Komsomolsk on Amur (KnAAPO).

Tujuan dari kontrak ini agar KnAAPO punya cukup dana untuk melanjutkan riset pengembangan mesin baru Product 30 untuk Su-57.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Deputi Menteri Pertahanan Yuri Borisov.


Rincian kontrak tersebut adalah, akan menghasilkan 12 unit pertama sebagai mesin pra-produksi. Dua Su-57 pertama diperkirakan akan masuk dalam jajaran dinas aktif AU Rusia pada tahun 2019 dan sisanya menyusul di tahun berikutnya.


Saat ditanya bagaimana kemajuan mesin Product 30, Yuri Borisov sendiri mengaku tidak mengetahuinya karena penerbangan uji Su-57 dengan satu mesin baru itu baru dilaksanakan satu kali saja pada bulan Desember 2017.

Yang ia tahu, semua berjalan baik, namun tentu saja jalan pengujiannya masih panjang. Ia memperkirakan bahwa pengujiannya itu masih akan berlangsung satu atau dua tahun lagi. Su-57 sendiri sudah menjalankan pengujian selama 7 tahun terhitung dari penerbangan perdana pada tahun 2010. (Aryo Nugroho/UC News)

Baca Juga:  Italia Pamerkan Pesawat F-35 Hasil Rakitanya Sendiri

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan