Rusia Terjunkan Tank BTR Dengan Awak Dari Pesawat

Pasukan khusus lintas udara Rusia bikin latihan yang super ekstrem. Dilansir RT.com (15/7) dalam latihan pasukan yang baru masuk ke dinas, dilakukan penerjunan pasukan yang melibatkan tank BTR-MDM.

Tank tersebut diterjunkan dengan masing-masing 3 awak di dalamnya dari pesawat angkut. mirip dengan adegan film Fast n Furios 6.

Benar-benar ide gila!.
Kendaraan lapis baja belasan ton ternyata bisa diterjunkan dari ketinggian, ini masih ditambah lagi dengan awaknya yang ikut terjun di dalamnya.

Terjun bebas bersama tank, diam di dalam tanpa bisa berbuat apa-apa, hanya pasrah dan yakin dengan teknologi yang ada, inilah salah satu keunggulan pasukan elit VDV yang tak ada bandingannya dengan negara lain.

Menurut Kolonel Mikhail Osipenko dari VDV, “Salah satu poin kunci yang sangat penting dari latihan ini adalah bagian dari ujicoba negara untuk sistem Bakhcha PDS yang akan membawa turun kendaraan tempur dan awaknya sekaligus.


Rusia Mobilisasi 2.500 Pasukan Lintas Udara “Vozdushno-desantnye voyska Rossii” (VDV) dengan 200 Alutsista

Seperti diberitakan RT (14/7) ada lebih dari 2.500 prajurit linud elit dari Korps VDV dan 200 jenis alat utama sistem pertahanan yang digerakkan untuk melaksanakan latihan militer di Distrik Militer Tengah Rusia.


Perintah untuk latihan ini berlangsung tidak sampai sebulan dari berakhirnya latihan linud gabungan tiga negara, Slavic Brotherhood. Dalam latihan kali ini, VDV akan menyelenggarakan serbuan cepat dan kilat, bersama dengan ranpur mereka, langsung dari langit.

Baca Juga:  Rusia Ingin Barter Sukhoi dengan Produk Karet Indonesia

Kementerian Pertahanan Rusia merilis video dimana pesawat angkut AU Rusia dari tipe Il-76 melaksanakan latihan pendaratan dan kemudian prajurit serta tank dimuat ke dalam perutnya. Unit VDV yang terlibat adalah Ryazan Airborne Regiment dan Aviasi jarak jauh AU Rusia.

Latihan VDV kompleks karena pasukan elit Rusia ini memiliki doktrin tempur yang berbeda dengan pasukan linud negara lain. VDV diperlengkapi berat dengan panser dan tank sedang, dan bahkan membawa artilerinya sendiri. Hal ini dilakukan untuk membentuk pasukan yang mandiri, ketika selesai terjun mereka langsung bertempur sebagai resimen mobil.

Sumber: UC News / Aryo Nugroho

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan