Rusia Tolak Niat Iran Yang Mau Beli Rudal Arhanud S-400

Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan menolak keinginan Iran untuk membeli sistem pertahanan udara (sishanud) S-400 Triumf dari Rusia, padahal selama ini hubungan Iran dan Rusia cukup akrab.

Menurut situs berita Bloomberg, penolakan alasan Putin karena tidak ingin eskalasi ketegangan makin meningkat di kawasan teluk. Saat ini, beberapa negara Arab yang selama ini Pro AS juga sudah mulai jadi pelanggan senjata asal Rusia seperti Arab Saudi dan UAE.

Saat ini, situasi kawasan sedikit memanas, saat Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memburuk bahkan kedua pihak saling melontarkan pernyataan untuk saling menyerang. Jika terus memanas, bisa-bisa pelanggan baru seperti Arab Saudi dan UAE batal beli senjata dari Rusia.

Selain Rusia, saat ini baru China yang memiliki S-400. Rusia telah menyelesaikan pengiriman S-400 untuk resimen kedua Angkatan Roket PLA (PLA Rocket Force/PLARF). China sangat bahagia bisa memiliki S-400 yang diakuinya sebagai alutsista yang mengagumkan.

Setelah China dan kini Turki yang sedang menanti pengiriman S-400, India juga berminat akan membeli Triumf walau mendapat tentangan dari AS.

Di kawasan Teluk, selain Iran, Arab Saudi dan Qatat juga telah menyatakan keinginannya untuk membeli S-400. Namun Rusia belum menyatakan persetujuanya.


Ada kepentingan-kepentingan strategis yang lain yang dipertimbangkan oleh Putin dalam hal penolakan penjualan S-400, bukan asal jual, asal laris saja.

Baca Juga:  Sistem Rudal SM-3 Sukses Mencegat Misil Balistik dalam Ujicoba FTM-45

Aljazeera menulis mengapa kini banyak negara ingin membeli S-400, padahal pembelian S-400 tentu mengundang ancaman dari AS yang akan memberlakukan sanksi yang berat. Pembelian S-400 juga berpotensi merusak aliansi yang sudah terbangun lama.


Disebutkan dari hasil wawancara dengan sejumlah sumber, jawabannya adalah karena sistem pertahanan udara S-400 sangat canggih.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan