S-300 Sering Kecolongan, Suriah Mau Beli Rudal HQ-9 China

Sudah dibeli mahal-mahal namun tidak berguna itu mungkin gambaran yang pas bagi sistem pertahanan udara (hanud) S-300 Rusia di Suriah, kecewa karena performanya tidak bisa mencegah serangan bertubi-tubi AU Israel dikabarkan oleh Al Masdar (22/11/2019) Suriah kini mulai melirik sistem hanud HQ 9 buatan China untuk menggantikan S-300.

Menurut sumber anonym Al Masdar “Suriah telah memulai negosiasi dengan china untuk pembelian sistem pertahanan udara HQ 9 China dikarenakan sistem S 300 Rusia gagal menunjukan performa yang bagus untuk memukul mundur Israel”

Diserahkan resmi pada Suriah tahun 2018 lalu sistem hanud ini dibuat bertekuk lutut di hadapan AU Israel, terakhir pada awal November 2019 ini Sistem hanud S 300PMU2 hanya bisa terdiam ketika jet-jet AU Israel menyerang Bandara Udara Damaskus yang diyakini sebagai markas komando Proxy Iran yang disebut “Glasshouse”

Sebagai informasi HQ 9 adalah medium to long air defence system yang serupa dengan sistem hanud S 300V Gladiator buatan Rusia, dibuat oleh China Precicion Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC) mempunyai jarak efektif untuk menjatuhkan sasaran yang berbeda tergantung varian pada varian ekspor yaitu FD 2000 diklaim bisa menjatuhkan sasaran pada jarak 200 Km dan HQ 9A jarak 250 km.

Baca Juga:  Rusia Kami Siap Jual S-400 Ke Iran Tahun 2020

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan