Saab Siap Buka Pabrik Gripen di India dan Membantu Membuat Pesawat Sendiri Generasi ke-5

Rebutan transfer teknologi pesawat di wilayah Asia Pasifik makin seru setelah India memastikan tidak akan meneruskan proyek HAL Tejas dan memilih mencari mitra yang siap bekerja sama untuk mentransfer teknologi. Siapaun yang kalah, akan melongo melihat tetangganya bisa membuat pesawat tempur generasi ke-4/5.

SAAb dalam proposal terbarunya menawarkan pada India untuk menjadi basis produksi Gripen dan diizinkan untuk mengekspornya.

“Kami pikir, kamilah satu-satunya yang sedang ngembangin pesawat tempur dengan filosofi baru. Meskipun Gripen cuma bermesin tunggal, tapi Gripen sanggung untuk melayani duel semua pesawat tempur bermesin ganda,” Jan Widerstrom, Chairman and Managing Director of Saab India, told IANS in an interview.

Saab baru saja mengenalkan pesawat generasi terbaru Gripen E yang diharapkan laku 100 unit jets pada tahun perdana. 

Gripen ditemani 6 jet lain dalam upaya memenangkan tender dari IAF (AU India) untuk pengadaan 126 unit pesawat perang kelas multirole. Tender ini dibuka sejak tahun 2007 dengan syarat, harus dibuat di India, MII/Make In India.

Awalnya pemerintah India telah melakukan deal dengan pabrikan asal Perancis, Dassault, untuk pengadaan pesawat Rafale. Tapi karena tarik uluk transfer teknologi yang ruwet, India memutuskan hanya membeli 36unit saja. 90 unit sisanya, India masih mencari pabrikan lain.

Kekuatan IAF (AU India) memang sedang dalam krisis yang parah. Dari 42 Skuadron yang dibutuhkan, India hanya punya 25 Skuadron. Karena banyak armada pesawat tempur yang menua seperti Mig-21s, MiG-23s, Mig-27s, Mig-29 dan Su-30MKI yang disebabkan langkanya spare part dan kegagalan mesin.

Baca Juga:  Dubes Rusia Undang TNI Ikuti Army Games di Rusia

Gambar Ilustrasi Gripen D dengan Insignia India. Gambar: Saab Swedia

“Kami bener-bener ingin India menjadi penyuplai regional untuk order Gripen di masa mendatang. Kami akan membantu semua keperluan dokumen ekspor antar pemerintahan,” kata Jan Widerstrom.


” Model bisnis kami adalah kerjasama dengan pemerintah dan perusahaan aviasinya. Kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah Swedia dalam setiap kerjasama,” lanjut Jan Widerstrom

“India akan jadi bagian penyuplai global untuk Gripen. Kami punya pabrik di Swedia, di Amerika Selatan ada di Brazil dan kami mau India menjadi tempat ketiga kami untuk menyuplai pasar yang belum dijangkau, ” kata Widerstrom.

Yang lebih menggiurkan, kerjasama ini juga membuka peluang mengembangkan pesawat baru generasi ke-5 dan 6 di luar platform Gripen,  dengan tambahan pengalaman India membuat Sukhoi Su-30MKI dan  HAL Tejas.


“Kami siap untuk transfer teknologi seutuhnya dan membuat pesawat di India tidak sekedar merakit, kami siap memindahkan salah satu lini produksi ke India. Tujuanya agar kami bisa bekerja sama membuat pesawat generasi berikutnya dan generasi berikutnya lagi. Ini akan menjadikan india sebagai net exporter pesawat tempur.” ujar Jan Widerstrom.

Selain Saab, Amerika juga getol menawarkan proposal yang sama untuk pesawat F-16 Viper/ Block 70 kepada India. 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan