SAAB Tawarkan Swordfish Sebagai Pesawat Patroli Maritim AL Korsel

Korea Selatan dikabarkan tengah menginginkan 60 pesawat patroli maritim untuk memperkuat pertahanan dari ancaman Korea Utara, terutama untuk medeteksi kapal selam nuklir milik tetangganya itu.
Kandidat kuatnya tentu Boeing dengan P-8A Poseidon, namun juga ada proposal dari pabrikan lain. Di antaranya adalah SAAB Swedia yang mengajukan Swordfish, pesawat patroli maritim berbasis jet eksekutif Bombardier Global 6000. Ukuran lebih kecil dari Boeing 737 yang jadi basis Poseidon, tetapi soal kemampuan SAAB menjamin Swordfish tidak kalah.

Swordfish diklaim mamu terbang sejauh 5.200 mil nautik, dengan kecepatan jelajah 450 knot, mampu berpatroli selama 7,3 jam pada ketinggian 5.000 kaki, tetapi dengan catatan tidak membawa senjata. Kalau harus membawa senjata ya daya jelajahnya pasti akan melorot. Swordfish sendiri dioptimalkan untuk patroli di Zona Ekonomi Eksklusif, sekaligus menjalankan misi anti kapal permukaan maupun kapal selam.
Untuk peperangan anti kapal selam, Swordfish dilengkapi dengan tiang MAD (Magnetic Anomaly Detector) di ekor dan pelontar sonobuoy tipe A, F, dan G dengan jumlah total 200 unit untuk melokasikan dan menjejak kapal selam yang bersembunyi di kedalaman. Untuk penghancuran kapal selam yang terdeteksi dapat memanfaatkan empat pylon yang tersedia di bawah sayap, yang bisa dipasangi torpedo Mk46 atau Whitehead.
Sementara untuk mendeteksi kapal permukaan, Swordfish dilengkapi dengan AIS dan DF untuk mendeteksi transponder yang dipasang pada kapal permukaan dan mengklasifikasikannya. Di perut Swordfish juga dilengkapi dengan radar AESA multi moda yang bisa berputar 360 derajat, dilengkapi dengan transponder IFF (Identification Friend or Foe) yang mampu mendeteksi apakah sasaran tersebut kawan atau lawan.

Baca Juga:  Korea Selatan Mulai Kerjakan Kapal Selam Chang Bogo III

Untuk misi SAR atau untuk mendeteksi sasaran permukaan berukuran kecil, Swordfish juga dilengkapi dengan bola elektro optic di dagu pesawat yang dilengkapi kamera termal untuk mendeteksi sasaran dalam segala cuaca. Terakhir untuk pengamatan dengan teropong disediakan kaca berukuran besar. Kalau memang sasaran berupa kapal harus dihancurkan, maka pylon bisa dicanteli dengan rudal anti kapal RBS-15 sebanyak dua buah.
Swordfish sendiri dilengkapi tempat untuk konsol misi sebanyak maksimal lima buah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain itu tersedia sistem Link-16 dan antena komunikasi satelit untuk berhubungan dengan pasukan kawan. Sementara untuk perlindungan diri disiapkan sistem pelontar chaff, flare, dan jammer.


(UC News/Aryo Nugroho)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan