Saat KRI Cakra Dikepung Puluhan Kapal Perang NATO

Kapal Selam pertama yang dimiliki Indonesia, KRI Cakra (401) punya sejarah menarik. Kapal ini pernah lolos dari kepungan kapal-kapal perang NATO.

KRI Cakra adalah kapal selam kapal selam U 209 buatan Jerman. Dipesan tahun 1977 dan selesai dibuat pada tahun 1981. Kapal selam ini dibuat di Kiel yang saat itu masih merupakan daerah negara Jerman Barat.

Pihak Indonesia memilih untuk melayarkan kapal ini sendiri, dari Jerman ke Indonesia padahal ada opsi lain yaitu diantar oleh kapal kargo.

Awak kapal TNI AL harus melayarkan kapal selam tersebut dari Kiel menuju dermaga Ujung Surabaya sebagai Naval Base TNI AL. Pelayaran itu diperkirakan memakan waktu satu bulan.

Rute yang dipilih U 209 milik TNI AL untuk berlayar juga akan melewati laut Mediterania.


Saat itu U 209 TNI AL masih dalam kondisi menyelam ketika melewati lautan antar benua tersebut.

Namun tanpa diduga-duga banyak sekali
pancaran sonar bawah laut dari kapal
permukaan diatas kapal selam U 209.
Pancaran sonar itu jelas untuk mendeteksi keberadaan kapal selam untuk selanjutnya di torpedo atau dibom oleh kapal permukaan.

Komandan kapal selam U 209 bingung karena kapal selamnya seakan diincar untuk ditenggelamkan, padahal Indonesia saat itu tidak sedang bersitegang maupun berperang
dengan negara lain.

Merasa ada yang salah dan tidak beres maka komandan U 209 TNI AL memerintahkan kapal selam naik ke permukaan untuk melihat situasi diatas sana.

Baca Juga:  Pembebasan Papua, Konflik Pertama Soekarno dan TNI

Dan ternyata setelah kapal selam naik ke permukaan maka kagetlah seluruh awak U 209. Mereka terkepung puluhan kapal perang besar milik Armada Gabungan NATO (North Atlantic Treaty Organization)!.

Kedua pihak sama-sama terkejut dan U 209 memberikan kode identifikasi bahwa mereka adalah kapal selam milik angkatan laut Indonesia yang hendak pulang menuju tanah air serta tak ada niatan bermusuhan atas armada gabungan NATO tersebut.

Setelah itu U 209 kembali menyelam dan
melanjutkan perjalanan hingga tiba di Surabaya dengan selamat.


Rupanya armada gabungan NATO saat itu
tengah melaksanakan latihan peperangan
anti kapal selam yang jadwal pelaksanaannya tidak diketahui oleh awak kapal selam kita.

Yang lebih mengherankan, sonar dan segala peralatan canggih milik armada NATO itu sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan U 209 milik angkatan laut Indonesia yang menyelam dibawah mereka.

Hingga akhirnya armada gabungan NATO baru mengetahui ada kapal selam asing setelah U 209 menyembul ke permukaan laut. (tribbunews)

5 Komentar

Tinggalkan Balasan