Saat Pesawat Blackbird yang Lumpuh Terbang Ditemani Viggen Swedia

Pada era 1980an, pesawat intai SR-71 Blackbird sering diterbangkan dalam misi-misi di atas perairan internasional Laut Barents dan Laut Baltik.

Misi-misi intai ini dijuluki “Baltic Express”. Tanggal 29 Juni 1987, sebuah Blackbird yang dilluncurkan dari RAF Mildenhall, dengan pilot Lt. Col Duane Noll dan Lt Col. Tom Veltri mengalami keadaan darurat dalam penerbangan yang serius.

Ketika terbang ke arah utara, di ketinggian 75,000 kaki dengan kecepatan Mach 3.0, mesin kanan pesawat tersebut meledak. Untuk menghadapi keadaan darurat tersebut, kru pesawat segera berbelok ke arah Swedia.

Pesawat tersebut kehilangan ketinggian dengan cepat dan di ketinggian 25,000 kaki, Blackbird tersebut melanggar ruang udara Swedia dengan mendekati Pulau Gotland sehingga memicu reaksi dari AU negara tersebut.

Radar pertahanan udara yang melacak pesawat tersebut mengarahkan dua jet Saab JA 37 Viggen milik F 13 Norrköping yang sedang akan menjalani operasi latihan masa damai, untuk mengintersep Blackbird itu dan melakukan VID (Visual Identification).


Kedua Viggen tersebut mengintersep Blackbird sekitar 70 kilometer timur dari laut selatan Öland. Maj. Roger Moller dan wingmannya Maj. Krister Sjöberg membayang-bayangi Blackbird tersebut dari jarak 30 meter selama 5 menit. Dari posisi tersebut mereka dapat melihat bahwa Blackbird tersebut terbang hanya dengan satu mesin dan memiliki nomor registrasi 117964.

Ketika pasangan Viggen pertama akan kehabisan bahan bakar, F 10 in Ängelholm menerbangkan sepasang Viggen lagi sebagai pengganti. Col. Lars-Erik Blad dan Lt. Bo Ignell mendapatkan Blackbird dan kedua Viggen F 13 secara visual sekitar 70 kilometer timur dari Bornholm, di ruang udara internasional.

Baca Juga:  Diplomatnya Diusir Inggris, Rusia Kobarkan Perang Dingin Jilid II

Pasangan Viggen kedua mendekati Blackbird dengan break di sisi kanan mereka dan berbelok 360 derajat sehingga bisa muncul di belakang atas Blackbird tersebut. Setelah itu, pasangan JA 37 pertama dapat kembali ke pangkalan.

Blackbird tersebut menyalakan transponder dengan kode 7700, kode ICAO untuk keadaan darurat. Pesawat tersebut terus kehilangan ketinggian hingga pilot-pilot Swedia tak yakin apakah pesawat itu akan jatuh atau pilotnya terpaksa harus melakukan ejection. Bagaimanapun, mereka terus mengawal pesawat intai Amerika yang sangat rentan dengan ketinggian dan kecepatannya pada waktu itu. Viggen Swedia terus mengawal SR-71 hingga pesawat tersebut masuk ke ruang udara Denmark. SR-71 tersebut akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Nordholz, bekas Jerman Barat.


Keempat pilot AU Swedia tersebut dianugerahi U.S. Air Medal dalam sebuah upacara yang diadakan di Stockholm, tanggal 28 November 2018. Berdasarkan keterangan Air Medal tersebut, ketika pilot-pilot Swedia mengintersep SR-71, mereka menilai bahwa sedang ada keadaan darurat dan mereka memutuskan untuk membantu pesawat tersebut, dengan mempertahankannya dari pihak ketiga yang mungkin dapat mengancamnya. Pilot-pilot Swedia juga menemani pesawat tersebut ke luar batas territorial mereka dan memastikan bahwa pesawat tersebut kembali dengan selamat.

Sumber: theavionist.com/LightingIIChan

2 Komentar

  1. Lebih lucu komenmu bro…

    Laut baltic itu di apit oleh polandia, swedia, finlandia dan rusia….sudah jelas kalo blackbirdnya amrik mengintai siapa

Tinggalkan Balasan