Sadis, 2 Pentolan Teroris Dihabisi Rudal Ninja Amerika di Suriah

Dua pentolan kelompok teroris di Suriah dilaporkan tewas di dalam sebuah mobil setelah dihantam rudal Hellfire AGM-114R9X yang dijuluki rudal ninja.

Pada tanggal 3 Desember 2019, US melancarkan serangan udara presisi tinggi di kota Atmeh yang terletak dalam provinsi Idlib, Syria. Kota tersebut terletak sekitar 10 mil barat laut dari lokasi compound pemimpin ISIS yang telah diserang, yaitu Al-Baghdadi.

Serangan udara tersebut menghancurkan sebuah minivan Mitsubishi Delica L400 dan membunuh dua orang penumpang.

Salah satu dari penumpang tersebut dilaporkan merupakan Abu Ahmad Al-Muhajir, yang menjadi pelatih asing HTS (Hayat Tahrir Al Sham), pecahan Al-Qaeda di Syria. Al-Muhajir melatih cabang elit dari HTS bernama The Red Bands. Hal ini dikonfirmasi dari surat izin yang digunakan untuk melewati checkpoint HTS, yang ditemukan di dalam mobil. Ini adalah serangan pertama yang dilancarkan Koalisi melawan HTS sejak tahun 2017. HTS, sebuah kelompok yang terpecah dari Al Qaeda di Suriah pada 2017.

Hulu ledak pada rudal Hellfire ini digantikan dengan satu set enam pedang tajam yang dapat berputar selama 5 menit setelah menghantam sasaran.

Rudal ini didesain untuk mampu menembus dinding kendaraan, bangunan dan obyek lain dengan presisi maksimum untuk menargetkan individu yang dianggap penting.

Dari atap bagian penumpang yang rusak terlihat bekas empat bilah, dan jika ditambah dengan dua bekas potongan di windscreen serta door pillar, jumlah total bilah adalah enam seperti yang memang dimiliki R9X. Serangan juga dilakukan di area urban di tempat yang padat, terlihat dari bangunan bertingkat yang ada di belakang minivan, sehingga cocok dilakukan memakai R9X yang tidak memiliki bahan peledak.

Baca Juga:  Ukraina Tawarkan Perawatan Murah Untuk Kapal Induk India

Ada kesamaan yang jelas di sini dengan serangan yang menewaskan Abu Khayr Al Masri, yang saat itu menjadi pemimpin nomor dua Al Qaeda, ketika ia mengendarai mobilnya di Al Mastouma, Suriah, pada 2017. Kota ini juga terletak di Idlib dan sekitar 30 mil di selatan Atmeh. Mobil Al Masri juga mengalami kerusakan paling parah terhadap sisi penumpang depan dan diketahui merupakan hasil kerja AGM-R9X.

Serangan dilakukan menggunakan misil Hellfire varian inert low-collateral damage yang memakai rangkaian bilah untuk membunuh sasarannya, yaitu AGM-114R9X. Gambar yang diambil pasca serangan menunjukkan bahwa bagian penumpang depan minivan yang diserang mengalami kerusakan berat, namun bagian belakang kendaraan relatif utuh.

Pada tanggal 22 November, sebuah MQ-9 Reaper terlihat terbang di area Jindires, yang berjarak sekitar enam mil utara dari Atmeh. Reaper tersebut terlihat membawa drop tank, empat misil Hellfire, serta dua pod lain yang diperkirakan membawa sensor berupa radar GMTI/SAR dan sistem geolokasi untuk menyasar sinyal telepon. Jadi memang Reaper diketahui beroperasi di area tersebut, dan kemungkinan sudah mencari-cari sasaran dari minggu-minggu sebelum serangan dilakukan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan