Saingi Israel, Turki Siap Beli Pesawat Siluman Su-57 Rusia

Turki berencana memborong jet tempur siluman Sukhoi Su-57 dari Rusia. Sebagai langkah solusi jika pembelian pesawat F-35 ditolak oleh Amerika Serikat (AS)

Ambisi Turki untuk memiliki pesawat tempur generasi kelima ini untuk mengimbangi dominasi kekuatan udara Israel di kawasan tersebut. Israel sendiri jadi negara pertama di Timur Tengah yang memiliki jet tempur F-35 dan negata pertama di dunia yang menggunakanya di medan perang.

Kabar ini diwartakan situs berita Sputnik, Minggu (27/5/2018) mengutip surat kabar Turki, Yeni Safak.

Kerjasama militer itu didiskusikan saat Presiden Vladimir Putin berkunjung ke Turki, 3 April 2018. Jet tempur Su-57 atau PAK FA merupakan rival terkuat F-35 sebagai pesawat tempur generasi ke-5.

Turki yang anggota NATO, kini lebih banyak berpaling ke Rusia menyusul manuver politik AS yang menyokong kelompok Kurdi di perbatasan Suriah-Turki.

Sebagai reaksi ekstremnya, Turki telah memesan sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia. Namun AS terus berusaha menggagalkan pengiriman sistem rudal canggih ini.

Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi berat ke Turki, sembari menyebut sistem rudal S-400 tidak cocok dengan sustem dan strategi pertahanan NATO.

Presiden Putin saat bertemu para pemimpin media terkemuka di Eropa mengritik sikap dan reaksi AS ini. Putin menekankan, Turki negara bebas merdeka dan berhak memutuskan kebijakannya secara independen.

Su-57 yang juga dikenal dengan nama Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation (PAK FA), merupakan jet tempur berkursi tunggal dengan pendorong dua mesin.

Baca Juga:  Qatar Beli Tujuh Kapal Perang dari Italia

Ia memiliki kemampuan menghilang dari radar dan didesain mampu jadi penguasa tunggal di pertempuran udara. Sistem avioniknya sangat canggih.


Produk terbaru industri militer Rusia ini pertama kali muncul dan diujicoba pada 2010. Hingga kini ia terus menjalani uji terbang dan percobaan penerbangan tempur di medan perang Suriah.

Paling cepat armada Su-57 akan resmi bertugas sebagai arsenal perang pada 2019. AU Rusia akan menjadi pengguna pertamanya.

(Sumber: Tribunnews.com/Sputnik/xna)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan