Satu Komponen Dicekal Amerika, Indonesia Kaji Ulang KFX/IFX

Perjanjian kerja sama dalam proyek pengembangan Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX) kini tengah dikaji ulang oleh kedua belah pihak. Ada komponen peralatan yang tak diberikan oleh Korea Selatan kepada Indonesia karena dilarang oleh Amerika Serikat si pemilik teknologi.

“Ada peralatan yang tak diberikan kepada kita, dari pihak Amerika itu yang tidak boleh,” jelas Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNIbTotok Sugiharto di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Senin (30/4) seperti dilansir republika.co.id

Ia menerangkan, perjanjian pengembangan pesawat tersebut sedang dikaji ulang oleh pihak Korea Selatan dan Indonesia. Perjanjian itu dikaji ulang agar nantinya kerja sama pengembangan pesawat jet tempur KFX/IFX itu dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Jadi tidak semata-mata menguntungkan pihak luar. Jadi, kita harus transfer teknologinya, jadi bisa dilakukan di Indonesia,” kata Totok.


Jet tempur tersebut merupakan pesawat
semisiluman generasi 4.5 yang dikembangkan oleh Indonesia dan Korea Selatan atau setingkat dengan pesawat F-18 milik Amerika Serikat.


Kerja sama yang dilakukan sebatas pada
pengembangan pesawat sampai mencapai
prototipe. Dari enam prototipe yang dihasilkan nantinya, satu prototipe akan diserahkan kepada Indonesia.

Pada Juli tahun lalu, peogram Engineering Manufacture Development (EMD) telahnmenyelesaikan 14 persen perencanaan program. Rencananya, keseluruhan perancanaan program tersebut akan berlangsung hingga 2026 yang akan datang.

Baca Juga:  SAAB Mundur dari Kompetisi Jet Tempur Belgia

2 Komentar

  1. Kalau dipersulit seperti ini,ada baiknya dikaji ulang lagi kerja sama nya.Mungkin Indonesia bisa mencari negara lain untuk pengembangan program jet tempur nasional.Dengan kata lain masih banyak negara lain yang bisa diajak kerjasama, dalam hal ini project jet tempur IFX.

Tinggalkan Balasan