Seberapa Dahsyat Senjata Pelontar Granat SAGL Milik Polri

Polemik pengiriman ratusan senjata dan ribuan amunisi milik Polri menjadi perhatian masyarakat. Paket senjata tersebut dikirim melalui penerbangan dan kargo bandara sipil. Diangkut pesawat charter Antonov An-12TB dari Ukraine Air Alliance.

Seberapa hebat sih senjata pelontar granat SAGL (Stand Alone Grenade Launcher) 40 x 46 mm tersebut? yang bersamanya ada munisinya dari tipe Arsenal RLV-HEFJ (High Explosive Fragmentation Jump Grenade) dengan jumlah total mencapai 5.932 butir. Senjata tersebut buatan Arsenal Ltd, Bulgaria. 

Pelontar granat bukan hal asing di dalam Polri. SAGL ini mirip dengan pelontar gas air mata dan bom asap yang sering digunakan oleh Polri Satuan Sabhara dalam mengatasi tindakan kerusuhan atau demonstrasi anarkis. 

Senapan serbu AK-101/102  yang digunakan Brimob juga dilengkapi pelontar granat yang terintegrasi dengan laras (under barrel), yaitu GP-30 Obuvka kaliber 30 mm. Jadi ya senjata pelontar granat adalah hal yang biasa dipakai dan telah menjadi senjata standar di lingkungan Polri.

Kelebihan SAGL 40 mm yang sekarang jadi polemik itu adalah desainya sebagai pelontar granat stand alone, pengembangan dari pelontar granat M79 yang kondang di Perang Vietnam. 

Industri pertahanan Indonesia sendiri sebenarnya juga sudah bisa kok buatnya. PT Pindad punya prpduk pelontar granat stand alone yang diberi nama SPG-1, yang mengambil desain popor dan grip ala senapan serbu SS-1. Ciri khas dari pelontar granat laras tunggal ini adalah pola penembakkannya satu-satu.

Yang menarik dari Arsenal SAGL adalah desain popornya yang mengusung model tarik – dorong, seperti Submachine Gun MP5. Desain ini tentu menjadikan SAGL tampil sebagai senjata yang ergonomis dan ringkas. Tepat di atas laras disematkan picatinny rail yang dapat diintegrasikan dengan beragam aksesoris seperti teropong. Sistem pembidik SAGL ini menggunakan telescopic foldable butt.

Karena mengusung standar pelontar granat NATO, maka SAGL pesanan Brimob ini dapat menggunakan amunisi dari pelontar granat milik TNI yang juga berkaliber 40 x 46 mm. Berdasarkan catatan Indomiliter.com, deretan pelontar granat TNI seperti Pindad SPG-1A, Colt Defence M-203, H&K AG36, AGL 40 dan Milkor MGL MK1L kesemuanya mengadopsi kaliber 40 mm NATO. Dengan kaliber yang serupa, maka jarak tembak pun bisa ditakar mirip-mirip, meski jenis munisi yang digunakan juga akan berpengaruh pada jarak tembak efektif.
Spesifikasi Arsenal SAGL 40 x 46 mm :

– Weight with mechanical sight: 2.85 kg,
– Weight without mechanical sight: 2,55 kg
– Barrel length: 230 mm
– Length: (combat position) 608 mm/ (travelling position) 424 mm
– Muzzle velocity: 76 meter per seconds
– Rate of fire: 6 rounds/min
– Max firing range: 400 meter
– Effective range at area targets: 350 meter
– Effective range at point targets: 150 meter
– Barrel life: 1.000 rounds


Spesifikasi Amunisi Arsenal RLV-HEFJ :

Dari Arsenal setidaknya ada delapan tipe amunisi yang disiapkan untuk SAGL, dan tentunya dengan kaliber 40 mm NATO tak sulit untuk mendapatkan munisi yang kompatibel dari vendor lain. Terkhusus dari yang diwartakan terkait kedatangan pelontar granat pesanan Polri, yakni RLV-HEFJ (High Explosive Fragmentation Jump Grenade) masuk kategori low velocity.

Dikutip dari arsenal-bg.com, RLV-HEFJ tak mengharuskan pengenaan (impact) pada sasaran untuk mengakibatkan daya hancur. Munisi dirancang untuk menghantam perkubuan pasukan lawan di rentang jarak 40 – 400 meter. Dengan sistem fragmenteasi, proyektil akan meledak di area sasaran pada ketinggian 0,5 sampai 2,5 meter. Radius daya hancur munisi ini mencapai area 9 meter. Bila proyektil jatuh dan tak meledak, maka secara otomatis munisi ini akan meledak, pasalnya ada fitur self destruction dalam waktu 14 – 19 detik.


Sumber : indomiliter.com/

Advertisements

2 Komentar

  1. Dahsyat?? Ah enggak kok. Kata pak polisinya senjata ini (plus amunisi HE-FJ) tidak letal dan hanya bersifat ‘mengejutkan’. Entah apa fragmen (F) yang disembur granat ini, mungkin air siroop yang akan bikin lawan terkenyut kenyut dan terkaget kaget, kok granat nyembur air siroop? Mungkin pak polisinya takut dituduh main aksi militer (untuk menumpas ato membunuh musuh) lalu ngaku ini hanya mengejutkan (lalu melumpuhkan) musuh sesuai dengan tugasnya melakukan aksi polisionil sebagai polisi.

Tinggalkan Balasan