Selain Rudal S-400, Turki Juga Incar Rudal S-500 Dari Rusia

Keinginan Turki menjalin kerja sama dengan Rusia di sektor militer tidak sebatas pembelian sistem rudal S-400 saja.

Dilansir Hurriyet dan Sputnik Kamis (14/6/2018), Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata dia tengah menjajaki kemungkinan kerja sama untuk memproduksi sistem rudal generasi terbaru, S-500.

“Saya telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menawarkan proposal kemungkinan memproduksi S-500 bersama,” kata Erdogan dalam wawancara dengan 24TV.

S-500 Prometey, atau 55R6M Triumfator-M, merupakan sistem pertahanan rudal darat ke udara dan anti-serangan rudal balistik.


Sistem pertahanan tersebut rencananya bakal menjadi penunjang S-400, dan menggantikan A-135 yang beroperasi sejak 1995.

S-500 diklaim mempunyai jarak operasional hingga 600 kilometer, dan mampu merontokkan rudal konvensional hingga hipersonik.

Sistem tersebut bisa mendeteksi adanya rudal hipersonik berkecepatan lima kilometer per detik, dan secara beruntun bisa menghancurkan 10 di antaranya.

Rencananya, sistem pertahanan yang bisa merespon kurang dari empat detik tersebut bakal masuk ke militer Rusia pada 2020 mendatang.

Erdogan melanjutkan, Turki mendapat kemudahan dari Rusia untuk membeli sistem pertahanan berharga 400 juta dolar AS, sekitar Rp 5,5 triliun, per unit tersebut.

Antara lain dengan bunga pembayaran yang cukup lunak. “Setelah melakukan pembayaran di tahap ketiga, kami bakal mencoba produksi gabungan S-500,” tutur Erdogan.

Presiden 64 tahun itu lebih lanjut menanggapi suara miring negara lain yang menentang Turki membeli S-400 dari Rusia.

Baca Juga:  Hyundai Akan Bangun Dua Kapal Frigat Filipina

Antara lain Amerika Serikat (AS) yang mengancam tidak bakal mengirimkan jet tempur tercanggihnya, F-35, ke Ankara.


Dia mencontohkan Yunani yang mempunyai sistem rudal Rusia generasi lama, S-300, meski anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Erdogan juga memberi contoh dunia yang diam saja ketika Suriah juga punya sistem tersebut. “Namun, ketika Turki beli sistem serupa, mereka ribut,” tuturnya.

Sebelumnya, Erdogan menyatakan bakal meneruskan rencana pembelian S-400 dari Negeri “Beruang Merah” meski AS menentangnya.

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan