Selandia Baru Disarankan Pinjam Kapal Kelas LPD Milik Indonesia

KRI Banda Aceh. Foto: liputan6.com

New Zealand First menyarankan pemerintah untuk menerima bantuan militer dari luar negeri, namun mengapa Singapura dan Indonesia belum diminta bantuannya padahal kedua negara tersebut memiliki kapal pendarat pendara (LPD) milik militer angkatan laut yang saat ini sedang berada di Selandia Baru.

“Jika tujuannya adalah untuk mengeluarkan orang dari Kaikoura dan untuk mendapatkan peralatan berat, makanan dan air, kapal pendarat kelas LPD adalah pilihan terbaik yang dirancang untuk tujuan tersebut,” kata Ron Mark, Juru Bicara New Zealand First Defence and Deputy Leader. Selandia Baru sendiri tak memiliki kapal sejenis.

Wilayah Kaikoura sendiri saat ini sedang terisolasi setelah dilanda gempa dan gelombang Tsunami pada Senin, 14/11/2016.  Evakuasi pertama pengungsi untuk meninggalkan kota yang terisolasi oleh gempa, Kaikoura, sudah dilaksanakan Rabu kemarin (16/11/2016). Tapi karena kecilnya kapasitas angkut kapal dan minimnya daya muat logistik banyak kritik yang datang ke pemerintah.


“Kapal kelas LPD bisa menghasilkan air tawar, memiliki dapur yang mampu menyiapkan makanan secara massal dan menawarkan fasilitas medis juga. Kapal ini mampu lego jangkar di tengah laut dan dapat mendukung serta mengakomodasi pekerja darurat juga.”

“RSS Resolution Singapura dan KRI Banda Aceh Indonesia ada di sini sekarang, untuk mengikuti Navy’s 75thand, bisa dengan mudah berlayar dengan HMNZS Canterbury.”


“RSS Resolution mampu melakukan embarkasi dua helikopter sedangkan NH90 kami masih belum diijinkan untuk mendarat di kapal yang sedang berlayar di laut. Prajurit Singapura ketika melakukan latihan gabungan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, mempunyai empat helikopter angkatan laut.”

Baca Juga:  Sri Lanka Menolak Kunjungan Kapal Selam China

“Selain itu, RSS Resolution juga memiliki dock floodable internal, yang berarti bisa mengoperasikan kapal pendarat di air. HMNZS Canterbury kami dikonversi dari kapal ferry jadi tidak memiliki fitur tersebut dan terbatas untuk menyebarkan kapal pendarat di laut yang tenang.”

“Karena setiap kapal pendarat dapat membawa muatan hingga 50 ton, itu berarti banyak makanan, air dan peralatan yang bisa mendarat. Fitur ini diperlukan untuk membangun kembali jalur Kaikoura.”

“Kami hanya ingin tahu, kapal ini dibangun untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bencana, dan sekarang sedang berada di Auckland ketika Kaikoura membutuhkannya,” kata Mark. (scoop)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan