Sengketa Wilayah Dengan China, Jepang Siagakan 300 Pasukan Amfibi di Kapal Perang

Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) disebut sedang mempertimbangkan untuk menempatkan tentaranya ke atas kapal perang milik Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF) yang berada di perairan barat daya negara itu.

Apabila terlaksana, maka ini akan menjadi peningkatan terbaru militer Jepang dalam memberikan sinyal jelas kepada Beijing bahwa Tokyo akan bertindak tegas dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan, surat kabar Yomiuri melaporkan bahwa para pejabat militer Jepang telah menimbang untuk menempatkan sebanyak 300 anggota pasukan amfibi dari Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) untuk ditugaskan ke kapal angkut kelas Osumi.

Dibentuk pada April 2018, unit yang didasarkan para Korps Marinir AS ini secara khusus disiapkan untuk melancarkan serangan menuju pesisir pantai dan merebut kembali pulau-pulau yang dikuasai oleh musuh.


Salah satu sumber mengatakan kepada Yomiuri bahwa pasukan amfibi tersebut dapat dikerahkan ke atas kapal seberat 8.900 ton itu secepatnya pada tahun depan.

Disebutkan bahwa kapal angkut itu mampu membawa hingga delapan unit helikopter dan memiliki buritan dari mana pesawat pendarat yang lebih kecil dapat diluncurkan.

Sementara sumber lainnya mengatakan, operasi gabungan antara pasukan darat dengan maritim tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pencegahan sekaligus menunjukkan tekad Jepang dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Menurut Yoichi Shimada, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Fukui, mengatakan bahwa operasi tersebut kemungkinan besar mengandung pesan yang ditujukan kepada China.

Baca Juga:  Pesawat Tua F-5 Thailand Dipersenjatai Rudal IRIS

“Beijing masih mengklaim Kepulauan Senkaku sebagai wilayah China,” ujarnya, mengacu pada kepulauan yang terletak antara Jepang dengan daratan Asia yang disebut China sebagai Kepulauan Daioyu.


“Pesan itu menjadi indikasi yang jelas bahwa Jepang akan mempertahankan wilayahnya yang merupakan bagian dari perkembangan lain di dalam dan sekitar Prefektur Okinawa.”

“Jepang memiliki perjanjian keamanan dengan AS, namun di bawah pemerintahan Donald Trump kita melihat Washington mulai menarik pasukannya dari penempatan di luar negeri. Hal ini menjadikan Jepang memiliki beban yang lebih berat untuk memastikan kedaulatan di wilayahnya sendiri,” tambah Shimada, dikutip SCMP.

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan