Senjata 3S Bikin Satgas Heli TNI Dianggap Saudara di Mali 

140 anggota TNI terdiri dari personil Penerbangan TNI AD dan Angkatan Udara, Rabu (23/11/2016) selesai menunaikan tugas sebagai Satgas Helikopter yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Mali, Afrika Barat. 

Mereka yang berangkat tugas pada September 2015 tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) XXXVIII-A / Minusma dibawah pimpinan Letkol CPN Zulfirman Chaniago SIP. Mereka tiba di tanah air, Rabu (23/11/2016) disambut dalam upacara di Skadron 31 Serbu Penerbad Kalibanteng Semarang.

Komandan Tim Advance Konga XXXVIII-A / Minusma, Mayor CPN Yekti H mengisahkan medan tugas  di Mali Afrika Barat dikenal sangat rawan bagi pasukan penjaga perdamaian. 
Mengingat konflik bersenjata antara pasukan pemerintahan dengan pihak pemberontak sangat sering terjadi dan sulit terelakkan. Bahkan misi perdamaian pun sempat terkendalam dan mendapat gangguan dai pihak pemberontak. 
Namun menurut Mayor CPN Yekti, pasukan TNI yang bertugas di medan konflik tersebut justru mampu melaksanakan tugas perdamaian dan kemanusiaan sebagai operator armada udara helikopter dengan baik dan aman.
Berbeda dengan pasukan-pasukan lain yang sering mendapat gangguan, pasukan Satgas Kontingen Garuda Indonesia justru mendapatkan simpatik dari berbagai pihak yang ada di sana. 


“Kami di sana mengedepankan senjata tiga S, yakni Senyum Sapa dan Salam. Tiga S ini selalu melekat  dalam penerapan pembinaan teritorial di wilayah tugas kami. Kami di sana membaur dengan masyarakat  dan melakukan tugas-tugas kemanusiaan sebagai upaya membina teritorial. Hasilnya,mereka bukan  menganggap kita ini sebagai tamu, melainkan saudara”, kisal Mayor CPN Yekti.

Baca Juga:  Airbus Siap Bantu Upaya Digitalisasi PT Dirgantara Indonesia Dalam Paket Penjualan Pesawat TNI

Menurutnya, keramah-tamahan bangsa Indonesia sangat melekat dan dikenal masyarakat Afrika. Nama  Presiden Soekarno pun masih sangat dikenal dan dianggap sebagai tokoh yang ikut memperjuangkan rakyat Afrika, sehingga ini pun berdampak pada sikap masyarakat Afrika yang lebih terbuka terhadap pasukan TNI yang bertugas di sana.

Komandan Pusdik Penerbad Kol CPN Suprapto, usai memimpin upacara penerimaan kembali Satgas Konga XXXVIII-A/Minusma mengatakan bangga terhadap prajurit TNI AD dan TNI AU yang terlibat dalam misi perdamaian di Mali Afrika Barat. Sebab selain mendapatkan penghargaan medali dari Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pemerintah Indonesia, juga mendapar apresiasi dari masyarakat Mali. Terbuki ketika menggelar persisahan untuk kembali ke tanah air, banyak tokoh masyarakat, tokoh agama dan kelompok masyarakat di Mali yang ikut mengantar kepulangan seluruh anggota Satgas.


Bahkan tidak sedikit mereka yang memberikan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih.

Menurut Kol CPN Suprapto, tugas Satgas Kontingen Garuda di Mali membantu tugas- tugas Pasukan Perdamaian PBB dengan pengoperasian tiga armada Helikopter MI-17V5 TNI AD. Tugas operasi yang dilakukan antara lain patroli keamanan udara, droping bantuan atau logistik,mengangkut pergeseran  pasukan penjaga perdamaian, serta melakukan Combat SAR. (krjogja.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan