Serangan Balasan, Amerika Hancurkan 3 Lokasi Radar Milik Houthi Yaman

Pentagon menyatakan bahwa kapal perang kelas destroyer Amerika Serikat (AS) USS Nitze  (DDG-94) telah menghancurkan tiga lokasi yang diyakini sebagai fasilitas radar milik kelompok pemberontak Houthi Yaman dengan rudal-rudal jelajah Tomahawk, Kamis (13/10/2016). 
Serangan balasan tersebut menggunakan rudal Tomahawk sebagai pembalasan setelah dua kapal perang AS, USS Mason dan USS Ponce yang sedang di perairan Internasional ditarget rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Serangan balasan ini, menurut Pentagon, telah disetujui oleh Presiden Barack Obama. 

Pentagon juga berdalih bahwa semua target serangan berada di daerah terpencil serta beresiko kecil menimbulkan korban sipil.

”Serangan ini adalah pertahanan diri terbatas yang dilakukan untuk melindungi personel tentara, kapal, dan kebebasan navigasi kami di lorong maritim internasional yang penting ini,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip Reuters.

Menurut Peter Cook, Presiden Obama secara resmi merekomendasi kepada Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter dan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, untuk melakukan serangan. “Militer AS berjanji untuk menanggapi ancaman lebih lanjut terhadap kapal dan lalu lintas komersial,” lanjut Cook.

Dalam konflik di Yaman, AS memang tidak terlibat langsung dalam perang. Namun, AS memasok senjata untuk Arab Saudi yang memimpin koalisi Arab dalam menggempur kelompok pemberontak Houthi.

 Koalisi Arab menyerang Houthi atas permintaan pemerintah Presiden Yaman Mansour Hadi yang nyaris digulingkan Houthi dan loyalis Presiden Yaman yang terguling, Ali Abdullah Saleh.

Baca Juga:  Pulang ke Moskow, Kapal Induk Rusia Dikawal Pesawat Tempur Inggris

Yang menggelikan, saat berkuasa selama lebih dari 30 tahun. Kaum Syiah Houthi adalah musuh utama rezim Abdullah Saleh. 


Saat digulingkan oleh gerakan revolusi yang termasuk melengserkanya dan  memilih Mansour Hadi jadi Presiden Yaman yang baru. Abdullah Saleh lari dan meminta suaka ke Arab Saudi. 


Setelah sembuh dan kembali ke Yaman, Saleh malah menggandeng Kaum Syiah Houthi dan para loyalisnya untuk merebut kekuasaan dari Mansour Hadi. 

Mansour Hadi lalu meminta bantuan negara-negara arab  dengan retorika ancaman kaum Syiah terhadap dominasi Sunni di kawasan teluk Arab. Dan berkobarlah perang sampai sekarang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan