Serangan Udara Amerika di Suriah Tewaskan Tentara Rusia

Serangan udara dan bombardir artileri yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat di Suriah pada pekan lalu diduga telah menewaskan sejumlah personel pasukan bayaran Rusia yang bertugas di sana. Untuk diketahui, selain menerjunkan polisi militer resmi, Rusia juga mengerahkan pasukan bayaran non militer resmi ke Suriah.

Seperti dikutip dari CNN (14/2/2018), dugaan itu mencuat setelah sejumlah kerabat korban mengutarakan klaim kematian anggota paramiliter tersebut.

Prajurit bayaran swasta Rusia yang tewas diduga bekerja untuk sebuah perusahaan paramilitary contractors bernama Wagner terdaftar di Hong Kong dan berafiliasi dengan Rusia, serta telah dijatuhi sanksi dari AS akibat terlibat mendukung separatis dalam Perang Saudara Ukraina.


Salah satu anggota Wagner yang tewas diketahui bernama Vladimir Loginov (51).

Seperti kebanyakan paramiliter Rusia yang bertugas di Suriah, Loginov merupakan Bangsa Kazaki (Cossacks), kelompok etnis Slav pro-Rusia yang mendiami distrik di selatan Rusia dan Ukraina, serta memiliki tradisi ultranasionalis juga militansi yang kental sejak Abad Ke-14 atau 15.

“Vladimir (Loginov) adalah warga negara Rusia yang tewas dalam pertempuran tidak seimbang. Vladimir tewas untuk Negara, Kazaki, dan kepercayaan Orthodox!” kata pihak The Baltic Cossack District, di mana Loginov diduga berdomisili.

Anggota Wagner lain yang diduga turut tewas dalam serangan AS itu adalah Kirill Ananyev.

“Kirill tewas akibat artileri AS yang menghantam unit Wagner,” kata Aleksandr Averin, kerabat dekat Ananyev yang mengklaim sangat mengetahui aktivitas Wagner dan Ananyev.

Baca Juga:  Rusia Pamerkan Kapal Selam Nuklir Terbaru Knyaz Vladimir

Averin juga yakin bahwa orang Rusia anggota Wagner yang tewas akibat serangan itu ‘kemungkinan besar lebih dari sekitar 2 – 3 orang’.

Wagner diketahui mengirim sekitar ratusan personel keamanan swasta yang ditugaskan untuk membantu Angkatan Bersenjata Rusia dan tentara pendukung Presiden Suriah Bashar Al Assad, kata para sanak-saudara yang juga mengklaim bahwa salah satu anggota keluarganya merupakan anggota firma itu dan tewas akibat serangan AS.

Rusia yang saat ini juga terlibat konflik perang seperti di Ukraina, memang melegalkan adanya pasukan militer swasta yang bisa dikontrak pemerintah untuk menjalankan misi khusus. Berikut ini infografias pasukan Swasta Rusia dan kancah perangnya

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan