Setelah Gagal Dirudal Jokowi, KRI Karimata Akhirnya Tenggelam Ditembak Torpedo dan Rudal C-705

Pada 14 Desember 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir di Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 gagal menyaksikan Kapal Perang KRI Karimata tenggelam setelah tembakan rudal C-705 gagal meluncur tepat waktu dan meleset dari sasaran. Karuan saja beliau dibully kaum oposisi.

Lebih dari satu tahun berselang, pada hari Jumat, 17 November 2017. Kapal tersebut akhirnya bener-benar tenggelam setelah TNI-AL kembali menembakkan rudal yang sama ke sasaran yang sama.

Seperti dilansir dari pusat penerangan Mabes TNI, tnial.mil.id:

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642 Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil  mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel)  Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P)  I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.
Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P.,  dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar,  Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520.

Baca Juga:  Kapal Perang Udaloy Rusia Pemburu Kapal Selam Yang Ditakuti NATO

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dal Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut.  “Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT,  agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas” ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut.

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg. Selain itu, tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut.
Sebelum penembakan,  Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.


Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan.  Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam.
Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadissenlekal, Irops Itjenal, Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

Baca Juga:  DSEI 2017 : Rheinmetall Defence Tampilkan Varian Leopard 2 Advanced Technology Demonstrator (ATD)

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan