Setelah Kirim S-400, Rusia Siap Bantu Turki Bikin Reaktor Nuklir

Erdogan menjamu Putin di Ankara, Turki. Foto: sputniknews

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjamu Presiden Rusia Vladimir Putin di Ibukota Turki Ankara (04/04/2018). Hasil pertemuan tersebut, Rusia siap memajukan pengiriman sistem rudal pertahanan S-400 dan siap membantu Turki membangun teknologi Nuklir.

Kesepakatan tersebut bahkan disampaikan langung oleh Presiden Putin saat konferensi pers.
“Kami mempercepat produksi dan kami telah menyelesaikan harga, itu yang sangat penting,” kata Putin. “Dalam hal memperpendek jadwal pengiriman, kami telah melakukan ini atas permintaan teman-teman dan mitra Turki kami,” lanjut pemimpin Kremlin tersebut seperti dikutip Russia Today, Rabu (4/4/2018).

Pembelian sistem rudal S-400 ini telah membuat para sekutu Turki di NATO kesal dan mengancam Turki tidak akan selamanya diterima sebagai anggota Uni Eropa.

Namun Putin meyakinkan bahwa Turki tidak akan pernah sendirian. Bahkan pihaknya meyakinkan, Turki akan mendapatkan transfer teknologi yang nantinya bisa menghasilkan versi sendiri dari radar dan kompleks rudal pertahanan udara seperti S-400.

Selain rudal S-400, Rusia juga akan membantu Turki membangun reaktor Nuklir pertamnya. Reaktor tersebut akan dibangun konsorsium bersama berlokasi di Akkuyu, di kawasan pantai selatan negara tersebut. Nilai proyek ini mencapai sekitar USD20 miliar.


“Kami tidak hanya memulai pembangunan pabrik nuklir pertama Turki, kami akan membimbing Turki menguasi teknologi nukilir,” ujar Putin, yang menambahkan bahwa proyek nuklir ini telah dibicarakan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga:  India Buka Penawaran Untuk Pembelian 114 Pesawat Tempur

Keakraban hubungan Rusia dan Turki juga terlihat di medan perang Suriah. Saat Turki menyerbu kawasan perbatasan Suriah memburu Kurdi, Rusia membiarkan saja, memilih tidak berkonfrontasi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan