Setelah Rohingya, Giliran Etnis Kachin Yang Konflik di Myanmar

seorang pemuda etnis Kachin menggendong perempuan paruh baya dalam pengungsian. Foto: AFP

Setelah ratusan ribu etnis Rohingya kabur tahun lalu, kini giliran ribuan etnis Kachin ‘kabur’ dari Myanmar akibat bentrokan antara militer dengan kelompok pemberontak Kachin.

Berdasarkan data PBB, sedikitnya 4.000 orang telah kabur dari rumah mereka. PBB menyebut Militer Myanmar telah menggempur lokasi kubu pemberontak dengan serangan udara dan artileri.

Selain ribuan orang mengungsi, konflik itu dikhawatirkan membuat sejumlah orang terperangkap di area rawan, dekat dengan perbatasan Cina. Berbagai organisasi kemanusiaan telah mendesak pemerintah untuk membuka akses bagi pasokan bantuan.

“Kerisauan terbesar kami adalah keselamatan para warga sipil, termasuk perempuan hamil, kaum jompo, anaka-anak, dan para difabel,” kata Mark Cutts, kepala kantor koordinasi urusan kemanusiaan PBB, kepada kantor berita AFP.

“Kami harus memastikan bahwa orang-orang ini dilindungi,” tambahnya.


Siapakah etnis Kachin?

Etnis Kachin sebagian besar beragama Kristen, telah memperjuangkan perluasan otonomi daerah di negara mayoritas berpenduduk Buddhis ini sejak 1961.

Di sepanjang negara bagian Kachin dan Shan, diperkirakan 120.000 orang tercerai berai akibat pertempuran.

Selama enam tahun terakhir, pemerintah Myanmar gencar berupaya menggelar kesepakatan damai dengan sejumlah kelompok etnik, menurut koresponden BBC di Asia Selatan, Jonathan Head.


Akan tetapi, upaya perdamaian dengan etnik Kachin sangat alot. Bahkan, pertempuran dengan KIO—yang merupakan kelompok pemberontak paling tangguh di Myanmar—terus berlangsung.

Beberapa pengamat mengklaim jika tekanan kepada etnis Kachin ditingkatkan seiring perhatian banyak orang yang lebih tertuju ke arah selatan pada etnik Rohingya di negara bagian Rakhine. (BBC News)

Baca Juga:  Israel Tuduh Turki Bantu Persenjataan Hamas

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan