Singapura Gandeng Israel Bikin Rudal Anti Kapal

Salah satu kesepakatan dala event Singapore Airshow 2022 yang berlangsung pekan kemarin, perusahaan patungan antara Israel Aerospace Industries dan Singapore Technology Engineering yaitu Proteus Advanced Systems keduanya sepakat untuk merancang sebuah rudal anti kapal berkecepatan sub sonic bernama Blue Spear.

Dimana rudal ini memiliki daya jangkau sampai 290 km yang dapat diluncurkan dari kapal atau truk di darat sebagai pertahanan pantai. Bahkan, pada Oktober 2021 lalu negara Estonia sudah melakukan pembelian pertama untuk Blue Spear, meski masih tahap pengembangan. Ron Tryfus, sebagai Direktur Pengembangan dari proyek Blue Spear menyebutkan bahwa rudal ini memiliki potensi menghasilkan penjualan sampai jutaan dollar dan banyak negara negara akan memilikinya.

Mengingat saat ini mayoritas negara negara di dunia masih memakai rudal anti kapal generasi lama dan rudal generasi baru masih jarang ada di pasaran, sedangkan Blue Spear merupakan rudal anti kapal Generasi ke lima yang menawarkan serangkaian kecanggihan hingga penetrasi lebih maksimal.

Israel sendiri berencana untuk menggantikan armada rudal Harpoon dengan Blue Spear tersebut, hal ini juga sama pada Singapura dimana akan menempatkan rudal tersebut pada fregat kelas Formidable dan korvet rudal kelas Victory. Sedangkan pelanggan asing pertama yaitu Estonia akan memakai Blue Spear sebagai sistem pertahanan pesisir mereka.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Singapura Gandeng Israel Bikin Rudal Anti Kapal

Salah satu kesepakatan dala event Singapore Airshow 2022 yang berlangsung pekan kemarin, perusahaan patungan antara Israel Aerospace Industries dan Singapore Technology Engineering yaitu Proteus Advanced Systems keduanya sepakat untuk merancang sebuah rudal anti kapal berkecepatan sub sonic bernama Blue Spear.

Dimana rudal ini memiliki daya jangkau sampai 290 km yang dapat diluncurkan dari kapal atau truk di darat sebagai pertahanan pantai. Bahkan, pada Oktober 2021 lalu negara Estonia sudah melakukan pembelian pertama untuk Blue Spear, meski masih tahap pengembangan. Ron Tryfus, sebagai Direktur Pengembangan dari proyek Blue Spear menyebutkan bahwa rudal ini memiliki potensi menghasilkan penjualan sampai jutaan dollar dan banyak negara negara akan memilikinya.

Mengingat saat ini mayoritas negara negara di dunia masih memakai rudal anti kapal generasi lama dan rudal generasi baru masih jarang ada di pasaran, sedangkan Blue Spear merupakan rudal anti kapal Generasi ke lima yang menawarkan serangkaian kecanggihan hingga penetrasi lebih maksimal.

Israel sendiri berencana untuk menggantikan armada rudal Harpoon dengan Blue Spear tersebut, hal ini juga sama pada Singapura dimana akan menempatkan rudal tersebut pada fregat kelas Formidable dan korvet rudal kelas Victory. Sedangkan pelanggan asing pertama yaitu Estonia akan memakai Blue Spear sebagai sistem pertahanan pesisir mereka.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan