Sistem Rudal S-300 Rusia Sering Mengunci Pesawat Tempur AS di Suriah

Komandan Pasukan Pertahanan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Alexander Leonov membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyebut jika jet-jet tempur milik Amerika Serikat (AS) dan Koalisinya yang beroperasi di Suriah timur selama ini sering sekali telah terkunci oleh dalam radar sistem pertahanan udara S-300 yang jika ditembak pasti jatuh.
Sistem S-300 dibeli oleh pemerintah Suriah untuk mencegah sokongan serangan udara dari AS dan Koalisinya bagi pemberontak dalam menghadapi pasukan pemerintah Suriah. Suriah sepertinya belajar dari pengalaman Libia, di mana para opisisi, berhasil menggulingkan penguasa setelah mendapat dukungan serangan udara dari Perancis.

Rusia juga mempercepat pasokan S-300 untuk mencegah serangan jet-jet tempur AS dan koalisinya yg pro pemberontak. Walhasil, tak satupun AS berani melancarkan serangan udara ke Damaskus untuk membantu para pemberontak.

Leonov memgaku, beberapa kali mengunci jet tempur AS yang sedang beroperasi di Suriah. Namun, sampai saat ini belum ada satupun jet tempur AS yang ditembak jatuh.


“Sebagai bagian dari operasi militernya, pesawat pengintai dan pengebom strategis Angkatan Udara AS berkali-kali terdeteksi dan diikuti secara otomatis (oleh S-300),” kata Leonov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (28/12).

“Sistem rudal permukaan-ke-udara tersebut dikirim ke Suriah pada bulan Oktober 2016 untuk memperluas kontrol atas wilayah udara bagian timur Suriah, mencegah serangan udara musuh di lapangan terbang Hmeymim dan basis logistik Tartus,” sambungnya.

Baca Juga:  Koalisi Turki dan Pemberontak Rebut Kota Afrin Dari Pemerintah Suriah

Dia lalu mengatakan, jet-jet AS bereaksi “gugup” saat terlacak oleh unit pertahanan udara Rusia dari jarak 200, sampai dengan 300 kilometer.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pesawat tempur F-22 AS mencegah pesawat Su-25 Rusia dari melakukan misi tempur untuk menghancurkan basis ISIS di Sungai Efrat. Namun, perwakilan kementerian mencatat bahwa setelah munculnya pesawat tempur Su-35S Rusia, F-22 menghentikan manuver yang berbahaya dan bertolak ke wilayah udara Irak. 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan