Six Second Pause, Tips Dari Mayor Ronald Siwabessy Untuk Redam Emosi dan Hoax

Emosi dan penyebaran hoax saling berkaitan. Pribadi yang dikuasai emosi akan secepatnya menyebarkan berita yang menguntungkan emosinya dibandingkan nalarnya

Di dunia maya pun banyak sekali hal-hal yang dilakukan tanpa memikirkan dampak yang muncul akibat tindakan tersebut. “Kecilnya tombol *share/bagikan* pada layar sentuh piranti komunikasi, berbanding terbalik dengan begitu besarnya dampak yang timbul oleh karena emosi sesaat tersebut”, ungkap Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Mayor Arm Ronald F Siwabessy.

Perwira TNI AD ini meraih gelar S2nya di Webster University, Amerika Serikat tersebut.


Lanjutnya, bagian otak yang memegang peranan penting terhadap emosi manusia adalah amygdala.

Amygdala berdasarkan fungsinya dapat dikatakan sebagai alarm otak. Pada kondisi emosional, amygdala mengidentifikasi semua informasi yang masuk melalui panca indra dan mengirimkan sinyal ke semua bagian otak untuk bersiap memberikan respons terhadap info yang masuk tersebut. Fungsi amygdala ini ditemukan oleh Joseph Le Doux, New York University.

Pada saat marah, ujarnya, amygdala bekerja puluhan ribu kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Oleh karena itu, logika dikalahkan oleh emosi, dan saat itulah emosi tercetus.


Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar sebagai pengampu logika butuh waktu 6 detik. Dengan demikian cara mengatasinya adalah berhenti dari kegiatan kita selama 6 detik, dengan cara membayangkan 6 hal yang menyenangkan atau 6 hal lain apa saja yang bersifat non-eksak, misalnya dengan mengingat dan menyebutkan 6 nama teman wanita yang cantik, 6 nama binatang peliharaan atau buah-buahan dan lain sebagainya. Hal inilah yang disebut “Metode Six Second Pause”, tandas Mayor Ronald.

Baca Juga:  Indonesia Siap Bikin Kapal Selam Sendiri pada 2019

Mengakhiri wawancara dengan Abituren Akmil 2002 itu, beliau menambahkan ”Tidak ada satu orang pun yang bisa merubah masa yang telah lalu, namun setiap orang bisa merubah masa depannya, demikianlah kita bisa menghindarkan kesukaran di masa yang akan datang dengan menyeimbangkan antara emosi dan logika di masa kini”, tegasnya.

Sumber: Dispen Kostrad, kostrad.mil.id

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan