Skenario Latihan Perang dan Gelar Senjata Baru TNI AD di Natuna

Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, Letjen (TNI) Agus Kriswanto mengatakan, pihaknya mencoba beberapa peralatan dan senjata baru dalam latihan antar percabangan (Lat Ancab) 2016 di Natuna.

“Skenario latihan ini adalah bagaimana kita menghadapi ancaman di wilayah barat RI apabila ada musuh. Deffence (bertahan) dalam strategis dan offence (menyerang) dalam rangka taktis,” kata Agus, kepada batamnews.co.id, Jumat (11/11/2016).

TNI belum lama ini belanja beberapa Alutsista untuk melengkapi persenjataan. Medan tempur di Natuna menjadi lokasi ujicoba. “Ada Main Battle Tank Leopard, IFV Marder, ranpur M113, untuk senjatanya seperti meriam Caesar 155mm dan Gatling Gun, lengkap semua, banyak kaliber kita kerahkan,” ujar jendral bintang tiga tersebut

MBT Leopard merupakan tank modern yang diproduksi dari jerman. Begitupun M113 merupakan kendaraan lapis baja beroda untuk mengangkut personel. Kendaraan ini biasa dipakai tentara Amerika dalam perang Vietnam.


Sementara meriam Caesar 155 mm buatan perancis untuk mencoba kekuatan Batalyon Artileri Medan (Armed) dan Gatling Gun untuk mempersenjatai helikopter

Latihan puncak Antar Percabangan TNI ini digelar Sabtu (12/11/2016) ini di Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna. Sebuah pulau tak berpenghuni, yakni Pulau Pendek menjadi target sasaran. Lokasi perbukitan menjadi tempat plotting senjata tersebut.

Nampak di bukit Tanjung Datuk beberapa tank, mobil truk Meriam Caesar dan Meriam Howitzer siaga dalam menjalankan skenario latihan ini.

Baca Juga:  Sniper Kanada Tewaskan Anggota ISIS dari Jarak Hampir 3,5 Km

“Latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) juga akan dilakukan tanggal 19 (November 2016) nanti,” ujar Agus.


Ia menyebutkan, tank-tank Leopard dan senjata ini sebagian akan ditempatkan di Natuna. “Ya nggak semuanya. Nanti setelah latihan akan dibawa kembali. Ada juga yang akan ditempatkan beberapa di sini. Ini kan terkait pertimbangan secara taktis dan strategis,” sebutnya.

Terkait masyarakat yang berada di dekat area latihan, Agus menolak untuk menyebut mengungsi. “Mereka bukan mengungsi, namun dikumpulkan untuk keamanan, di sana ada pembagian sembako dan pengobatan gratis. Nanti kita juga ajak nonton sama-sama,” ujarnya. (batamnews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan